3 Rumah Sakit di Tangsel Turun Kelas

21
Insan Permata
Ilustrasi

TANGERANG-Tiga rumah sakit di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), turun kelas, berdasarkan hasil rekomendasi Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Deden Deni, tiga rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas itu, adalah Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Selatan, RSU Insan Permata, RSIA Vitalaya dan Rumah Indonesia Sehat (RIS).

“Tiga rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas itu, berkaitan dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Diantaranya RSU Tangsel dan dua RS swasta dari tipe C ke tipe D, sementara untuk RS Ibu dan anak Vitalaya tetap C dengan catatan Kemenkes,” ungkap Deden,Jumat (19/7/2019) di kantornya.

Deden yang langsung memanggil tiga managemen RS yang direkomendasikan turun kelas itu, mengaku mendapat penjelasan bahwa turunnya kelas pada tiga RS tersebut, karena masalah pelaporan yang disampaikan RS ke Kemenkes.

“Mungkin ada kekurangan pelaporan di aplikasi sarana dan prasarana alat kesehatan (Aspak) atau sumber daya manusia (SDM ) dari laporan yang telah disampaikan. Tapi pengakuannya mereka ini mungkin terkendala apakah laporan itu belum sepenuhnya sampai atau belum diterima Kemenkes, karena laporan itu online,” ucapnya.

Namun begitu, Kemenkes memberikan tenggat waktu kepada seluruh RS yang direkomendasikan turun kelas, untuk mengoreksi rekomendasi tersebut paling lambat 35 hari kedepan.

“Mungkin nanti akan disinkronkan di 35 hari ke depan, kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, besok Senin bersama tiga managemen RS, Persi (perhimpunan RS Indonesia) dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, kami rapat koordinasi kembali menindaklanjuti rekomendasi dari kemenkes ini. Karena pada intinya kami melihat RS ini sudah sesuai dalam pelayanan sesuai tipe kelasnya saat ini. Maka dalam35 hari kedepan kami berusaha untuk pembatalan rekomendasi itu,” jelas Deden.

Tahapan keberatan itu yang akan ditempuh itu, berkenaan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) dan Aspak (aplikasi sarana dan prasarana alat kesehatan).

“Saya yakin kami sudah sesuai standar kelas C mungkin ada keterlambatan pelaporan saja,” kata Deden.

Deden menegaskan akan tetap mempertahankan tipe rumah sakit lantaran memiliki sejumlah dokumen yang akan menunjukan laporan Aspak dan SDM telah memenuhi standar.

“Keberatan kami tidak menerima rumah sakit turun menjadi tipe D bukan tanpa alasan, kami memiliki alasan kuat yang akan diperkuat dengan dokumen-dokumen yang kami miliki, dokumen yang disampaikan SDM dan Aspak sesuai standar yang ditetapkan Permenkes Nomor 56 tahun 2014,” bebernya.

Ditegaskan dia, Rekomendasi turun kelas yang disampaikan Kemenkes ini, berlaku hampir di semua kabupaten dan kota di Indonesia

“Hampir di semua kabupaten dan kota, ada rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas oleh Kemenkes secara keseluruhan 614 RS di Indonesia, termasuk di Tangsel ada tiga,” ujarnya.