48,3% Ahok-Djarot Dipilih Karena Kinerjanya Bagus

47

JAKARTA-Hasil jajak pendapat yang digelar lembaga Media Survei Nasional (Median)menyebutkan 48,3 persen masyarakat memilih pasangan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam pilkada DKI Jakarta 2017 lantaran kinerjanya bagus. Sementara 2 pesaing lainnya yaitu duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno maupun Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dipilih karena daya tarik factor personal. “Pasangan Ahok-Djarot dipilih karena berani dan tegas (52,9%), program KJP&KJS (100%), berpengalaman (60%), paham administrasi (80,0%) dan bertanggung jawab (50,0%),” ujar Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun saat merilis hasil jajak pendapat Median di Jakarta, Rabu (5/10).

Populasi survei ini seluruh warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih dengan margin of error sebesar +/- 4,4% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan gender. Hasil survei menunjukkan dinamika politik yang terjadi selama masa pengambilan data dari  26 September-1 Oktober 2016.

Rico menjelaskan, karakter Ahok yang tegas dan keras juga disukai publik. Hasil survei menjelaskan, 35,6 persen responden puas dengan ketegasan sikap Ahok dan bukti kinerja (16,0%). Namun gaya Ahok yang dianggap arogan (20%), terlalu emosional (20,0%) & tidak peka terhadap rakyat kecil ( 12,0% ) tidak disukai public.

Akan tetapi, Djarot dianggap sebagai sosok yang bisa menutupi kelemahan Ahok seperti  kalem (2,0%), tidak temperamen (1,2%) dan sabar (1,2%). Hanya saja publik  masih menanggap Djarot sebagai sosok yang jarang terlihat di lapangan dan tidak terlihat kinerjanya (2,4%).

Sementara itu, Anies Baswedan dianggap sebagai sosok yang ramah dan santun (13,6%) serta cerdas (10,0%). Namun public belum paham dengan visi yang dibawa oleh Anies (1,4%).

Adapun sosok Sandiaga Uno sebagai pengusaha (4,0%) yang dermawan (6,0%) dianggap sebagai suatu kelebihan oleh public. Namun minimnya pengalaman politik (3,0%) dianggap sebagai suatu kelemahan oleh public.

Agus Harimurti Yudhoyono juga memiliki pesona yang memikat. Berwibawa (13,4%), tegas (10,0%) dan wajah yang menarik (8,4%) dianggap sebagai daya tarik Agus Yudhoyono. Sementara kurangnya pengalaman (5,0%),  keputusan untuk keluar dari militer (2,6%) dan usia yang terlalu muda (2,0%)  menjadi titik ketidak sukaan public. “Latar belakang Sylviana Murni sebagai birokrat (2,0%) disukai oleh public,” jelas Rico.

Agus Harimurti unggul di pemilih pemula, Anies Baswedan unggul di pemilih usia 20- 29 tahun sementara Basuki unggul di usia di atas 30 tahun. “Dari 100% pemilih laki laki, ada 32,6% yang memilih Ahok-Djarot & 31,3% memilih Anies-Sandi ,” imbuhnya.

Popularitas Tokoh

Basuki Tjahaja Purnama 95,4%
Agus Harimurti Yudhoyono 78,4%
Djarot Sjaiful Hidayat 76,6%
Anis Baswedan 73,8%
Sylviana Murni 70,0%
Sandiaga Uno 50,2%

Elektabilitas Pasangan
Basuki Tjahaja Purnama & Djarot Sjaiful Hidayat 34,2%
Anis Baswedan & Sandiaga Uno 25,4%.
Agus Harimurti Yudhoyono & Sylviana Murni 21,0%