5 Januari, Basuki Akan Temui Warga Kembali di Rumah Lembang

27
Basuki-Djarot berphoto bersama dengan penyanyi Iwa K dan Gading Martin
JAKARTA-Rumah Lembang akan menggelar diskusi publik yang bertema “Kriminalisasi SARA dalam Pilkada Sebagai Penistaan Demokrasi” pada 4 Januari 2017, sementara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat akan menerima warga kembali di Rumah Lembang pada 5 Januari 2017.
Sekretaris Tim Sukses Pemenangan Ace Hasan Sadzily mengatakan diskusi ini penting untuk mengedukasi publik bahwa isu SARA terkait Basuki Tjahaja Purnama telah dikriminalisasi dalam Pilkada DKI Jakarta, dan ini telas menistakan demokrasi bangsa ini. Dalam diskusi publik ini akan menghadirkan Tim Lawyer Bhineka Tunggal ika-Basuki Tjahaja Purnama, Humprey Djemat, Albert Aries,┬áJosefina Syukur, serta Pakar Politik LIPI Syamsudin Haris. “Publik dan relawan perlu diedukasi dan dikomunikasikan setiap persidangan Pak Basuki dan implikasinya terhadap Pilkada DKI dan demokrasi, sehingga mereka tidak mendapatkan info yang salah. Ini penting untuk relawan turun ke lapangan menginformasikan kepada pendukung Basuki-Djarot,” tambahnya.
Menurut Ace, Basuki-Djarot akan menerima pengaduan warga kembali di Rumah Lembang mulai 5 Januari, sekaligus membuka tahun 2017 dengan memaparkan program-program 2017 hingga lima tahun kedepan.
Rumah Lembang merupakan rumah Tim Sukses Pemenangan Basuki-Djarot yang terletak di Jalan Lembang Nomor 25 dan 27, Menteng, Jakarta Pusat. Selain berada di jalan Lembang, rumah ini juga identik dengan kata Lembang karena terletak di depan Taman Situ Lembang, Menteng.
Ace menambahkan kedua pasangan calon dalam sebukan kedepan akan  lebih sering melakukan blusukan ke warga-warga di sekitar Jakarta untuk mengevaluasi kinerja aparat Pemda dan pencapaiannya, agar penanganannya bisa dipercepat setelah Gubernur DKI selesai cuti, terutama titik-titik yang masih terkena banjir bila hujan. Selain itu, kehadiran mereka di lapangan juga untuk lebih mengetahui permasalahan nyata masyarakat.
Menurut dia, peningkatam intensitas blusukan ini dilakukan sebagai timbal balik dari apa yang selama ini sudah dilakukan oleh warga yang datang ke Rumah Lembang.