78 Perusahaan Sedang Bangun Smelter

20
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said

JAKARTA-Pembangunan industri pemurnian dan pengolahan (smelter) didalam negeri memberikan banyak keuntungan bagi bangsa Indonesia. Industri mineral dan kegiatan disekitarnya akan tumbuh seiring meningkatnya nilai tambah mineral tersebut.

Menurut Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, proses pemurnian akan meningkatkan harga jual produk mineral menjadi 60 kali lipat bahkan hingga 100 kali lipat jika dibandingkan dengan hanya menjual bahan mentah. “Kita mempunyai data sekitar 78 perusahaan sedang membangun smelter ,” ujar Sudirman Said dalam konferensi di Jakarta, Jumat (19/02).

Berdasarkan data tahun lalu, sebanyak 50% perusahaan tersebut telah menyelesaikan pembangunan smelternya diatas 40%.”Jadi kalau kita tunggu, mereka sebagian besar akan selesai pada waktunya,” imbuh Sudirman.

Kendati demikian, Sudirman mengaku, progress pembangunan smelter sedikit terhambat. Bahkan, perusahaan yang sedang giat membangun smelter pun tersendat karena kesulitan cash flow sebagai dampak turunnya harga komoditasnya. “Jadi hal ini harus bisa dipahami seluruh pihak,” imbuhnya.

Pembangunan smelter merupakan amanah dari undang-undang No. 4 Tahun 2009 dan turunannya. Melaksanakan amanah tersebut secara penuh dan konsekuen merupakan kewajiban seluruh bangsa Indonesia tak terkecuali pemerintah dan pengusaha.

Undang-Undang No. 4 tahun 2009 dan turunannya dibuat untuk melindungi kepentingan seluruh bangsa Indonesia agar tidak “terjebak” menjadi negara yang hanya mengandalkan sumber daya alam saja sebagai modal pembangunan. Sumber daya alam yang ketersediaannya sangat terbatas.

Sumber daya alam itu sepenuhnya milik rakyat Indonesia, dan dipergunakan seluruhnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia