95% Perusahaan di Indonesia Milik Keluarga

115

JAKARTA-Bisnis keluarga merupakan mesin penggerak perekonomian bagi banyak negara. Di Indonesia, lebih dari 95 persen perusahaan dimiliki oleh keluarga dan mereka memperkerjakan jutaan orang.

Untuk itu, The International Finance Corporation (IFC), anggota dari Kelompok Bank Dunia, membantu berbagai perusahaan milik keluarga untuk mengadopsi praktek tata kelola perusahaan yang efektif untuk meningkatkan kinerja dan akses kredit mereka. “Sekitar 95 persen perusahaan di Indonesia dimiliki oleh keluarga dan mereka memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar IFC Corporate Governance Lead for East Asia and the Pacific, Chris Razook di Jakarta, Selasa (8/11).

Kelompok Bank Dunia dan Family Business Nusantara Foundation melaksanakan seminar untuk berbagi dengan lebih dari 60 pemilik, jajaran komisaris, direksi dan manajemen senior berbagai perusahaan keluarga mengenai praktik tata kelola perusahaan yang baik.

Ahli tata kelola perusahaan dari IFC dan pemilik bisnis terkemuka di Indonesia berbagi dengan peserta mengenai praktik struktur tata kelola perusahaan keluarga, tata kelola fungsi dewan komisaris dan direksi, dan metodologi IFC sehubungan dengan tata kelola perusahaan. “Mendirikan jajaran dewan komisaris dan direksi yang profesional dan memperkenalkan mekanisme tata kelola yang efektif akan membantu perusahaan keluarga untuk menghindari permasalahan yang berhubungan dengan pertikaian keluarga dan meningkatkan kemungkinan mereka untuk dapat bertahan ke generasi berikutnyai,” ujar Chris Razook.

Menurutnya, IFC akan terus bekerjasama dengan FBN untuk menjangkau berbagai perusahaan milik keluarga dan meningkatkan praktik tata kelola perusahaan keluarga di Indonesia.

Seminar ini adalah bagian dari kemitraan IFC dan FBN untuk mempromosikan tata kelola perusahaan yang baik diantara perusahaan keluarga. Berbagai studi memperlihatkan bahwa tata kelola yang baik dapat membantu perusahaan beroperasi secara lebih efisien, mengelola resiko lebih baik, dan akhirnya menarik lebih banyak investor. “Tata kelola yang efektif apabila diberlakukan di antara anggota keluarga akan memastikan warisan pendiri, yaitu harmoni dan persatuan terus berlanjut pada generasi berikutnya,” kata Shanti Poesposoetjipto, Pendiri FBN.

Poesposoetjipto juga merupakan Chairman dari PT. Samudera Indonesia Tbk., sebah perusahaan perkapalan dan  jasa logistik terpadu yand didirikan oleh almarhum ayahnya, Soedarpo Strosatomo. Beliau juga merupakan salah satu pendiri dan anggota dewan dari Family Business Network Asia, bagian dari Family Business Network International, sebuah organisasi nirlaba dengan lebih dari 10.000 anggota di 58 negara.

IFC mendirikan Corporate Governance Program di Indonesia pada tahun 2012 untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas bagi perusahaan terbuka. IFC membantu dalam meluncurkan peta jalan dan panduan tata kelola perusahaan yang baik bersama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK). IFC juga membantu berbagai perusahaan swasta untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik.