Ada Indikasi 16 Bank Lakukan Konglomerasi

37

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengindikasikan  sekitar 16 bank yang berperilaku sebagai konglomerasi bank. Apalagi bank-bank ini diduga menguasai hampir 60% dari total industri keuangan di Tanah Air dan bertindak sebagai induk usaha (holding). “Kami tengah awasi dan atur bank-bank konglomerasi tersebut,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Jakarta, Selasa (9/4).

Menurut Muliaman, bahkan 16 bank ini terdata mempunyai anak perusahaan investasi, multifinance, dan operasionalnya dilakukan lintas sektoral. Oleh karena itu, bank-bank tersebut saat ini diawasi oleh Bank Indonesia (BI), sedangkan anak-anak usahanya dari sektor lain diawasi oleh lembaga berbeda, seperti pasar modal yang saat ini diawasi OJK. “Ini justru kesulitan dalam pengawasan. Padahal, bisa jadi barang-barang yang buruk-buruk di suatu tempat sedang dipindahkan ke sektor keuangan,” tambahnya

Lebih jauh kata mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, OJK segera memanggil bank-bank bersangkutan. Mereka diperintahkan untuk mengawasi anak-anak usahanya yang berbentuk perusahaan. OJK mendata kelemahan sesungguhnya terdapat pada anak-anak usaha bank bersangkutan. “Kami khawatir bank-bank tersebut akan terganggu likuiditasnya karena salurkan pendanaan ke anak-anak usahanya tersebut,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Muliaman, OJK juga mengawasi konglomerasi bank yang induk usahanya nonbank. Untuk bank yang berholding di sektor keuangan nonbank, OJK masih mampu mengawasi. Akan tetapi, untuk bank yang berholding di sektor nonkeuangan, OJK tidak memiliki kewenangan dalam pengawasan. “Tapi kita akan tetap atur. Bisa melalukan kerja sama pengawasan atau lainnya. Untuk saat ini kita atur konglomerasi bank yang induk usahanya bank,” pungkasnya. **can