Ahok: Bagus Dong, Teguh Santosa Mencalonkan Diri !

245
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diapit Dutabesar Republik Demokratik Rakyat Korea An Kwang Il dan Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Korea Utara Teguh Santosa ketika menghadiri pameran kebudayaan Korea Utara di Jakarta pada bulan Februari 2016

JAKARTA-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disaoa Ahok menilai sudah sepantasnya wartawan senior Teguh Santosa ikut dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017 mendatang. Ahok mengenal Teguh sebagai wartawan yang memiliki wawasan luas juga perhatian besar pada nasib kaum marjinal.

Ahok mengatakan dirinya mengenal baik sosok Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ketua Hari Pers Nasional (HPN) 2016 itu. “(Teguh mencalonkan diri) bagus dong. Wartawan kan pintar, tahu banyak hal,” ujar Ahok di Gedung Balai Kota, Rabu (25/5).

“Gua pernah ke Magelang bareng dia dan sama-sama jadi pembicara sama dia (Teguh),  waktu acara seminar dalam rangka 100 tahun sekolah Katolik di Magelang,” sambungnya.

Pertama kali Ahok dan Teguh Santosa bertemu dalam seminar pluraslime dalam rangka 100 tahun Sekolah Seminari Menengah Mertoyudan Magelang pada Juli 2011. Seminar di sekolah menengah calon pendidikan pastor (pemuka agama Katolik) yang diketuai AM Putut Prabantoro – Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa)  menghadirkan sebagai pembicara al; Teguh Santosa dalam kapasitasnya sebagai Pemred Rakyat Merdeka Online serta Wasekjen PP Pemuda Muhammadiyah serta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi II DPR RI.

Pembicara lain dalam seminar itu adalah Zuhaeri Misrawi (Cendekiawan NU dan Chairman Moderate Muslim Society), Markus Kurniawan Hidayat (Tokoh Masyarakat, GKI Taman Yasmin, Bogor) dan Trias Kuncahyono (Wapemred Harian Kompas). Sementara Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta pada waktu itu, Maryatmo, bertindak sebagai moderator.

Pertemuan terakhir Ahok dan Teguh adalah dalam pameran kebudayaan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara di Hotel Park Lane, Jakarta, bulan Februari 2016.

Teguh merupakan Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara dan dikenal sebagai pengamat isu Semenanjung Korea dan telah bolak balik berkunjung ke Pyongyang, juga Seoul.  Sementara Ahok hadir dalam kapasitas sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam acara yang juga dihadiri sejumlah negara sahabat Korea Utara itu Ahok dan Teguh pun sempat berswafoto bersama Dubes Korea Utara An Kwang Il.

Di mata Ahok, Teguh adalah wartawan yang istimewa karena selain menekuni dunia kewartawanan juga mengabdikan diri di dunia pendidikan. Selain itu Teguh memberikan perhatian besar pada kaum difabel atau tunadaksa.

Pada ulang tahun Jakarta tahun 2014 lalu, Teguh mempromotori pendakian Tugu Monas oleh pendaki tunadaksa kelas dunia, Sabar Gorky. Sebelum pendakian dilakukan, Teguh memperkenalkan Sabar kepada Ahok.

Lebih jauh, Ahok menilai dosen UIN Syarif Hidayatullah dan dosen London School of Public Relations (LSPR) Jakarta itu memiliki potensi baik untuk kepemimpinan Jakarta di masa depan.

Kini Teguh sedang mengikuti proses penjaringan calon gubernur di PDI Perjuangan, Parta Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hari Selasa kemarin (24/5) giliran Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengundang Teguh ikut proses penjaringan cagub di partai yang dipimpin Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu.

Sejumlah tokoh memberikan dukungan kepada Teguh Santosa untuk ikut bertarung dalam bursa pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Mereka antara lain adalah Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang dikenal dekat dengan Teguh sejak lama, juga Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Kalangan aktivis gerakan pun memberikan dukungan kepada Teguh, seperti Hariman Siregar, Bursah Zarnubi, Adhie Massardi, Syahganda Nainggolan, Abdullah Rasyid, juga Firman Tendry.

Sementara Ahok sudah jauh-jauh hari menyatakan dirinya akan maju dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen. Ahok memilih Heru Budi Hartono, yang kini adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BKPAD) DKI Jakarta, sebagai pasangannya dalam pemiligan gubernur nanti.