Ahok Bukan Kader, PDIP Takkan Dukung Di Pilgub DKI Jakarta

Ahok Bukan Kader, PDIP Takkan Dukung Di Pilgub DKI Jakarta

0
BERBAGI
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA-PDI Perjuangan (PDIP) diyakini tidak akan mengusung Basuki Tjahja Purnama (Ahokl yang maju lewat jalur independen. “Logikanya memang begitu. Banyak hal yang akan dipertimbangkan PDIP untuk tidak memilih petahana itu meski dikatakan Ahok adalah calon kuat saat ini,” kata Peneliti Utama LIPI, Siti Zuhro di Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Salah satu alasannya, kata Wiwiek sapaan akrab Siti Zuhro, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri tidak akan mengusung Ahok karena bukan kader partai. Selain itu, Megawati tentu mempertimbangkan sikap Ahok yang tak loyal ke partai.

Faktor kedua adalah sikap Ahok yang percaya diri maju lewat jalur independen dan didukung satu juta KTP yang dikumpulkan oleh Teman Ahok. “PDI Perjuangan tentunya tidak mau dijadikan seperti sekoci ketika ternyata muncul keraguan dalam proses pengumpulan satu juta KTP dan dikabarkan bermasalah karena banyak manipulasi. Ketika bermasalah baru Ahok mendekat, tentunya PDI Perjuangan tidak mau diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

Alasan lainnya, menurut Siti, PDIP tentu mempertimbangkan resistensi dari masyarakat. Resistensi itu di antaranya disebabkan karena permasalahan hukum dan silang pendapat dengan berbagai pihak.

Siti tak percaya dengan survei SRMC yang mengatakan bahwa 87 persen pemilih PDIP akan memilih Ahok. “Sejak 2008 saya tidak percaya survei begitu saja, karena banyak survei pesanan,” ucapnya.

Kalau sekarang dikatakan Ahok nomer satu, kata Wiwik, jelas saja karena memang belum ada lawan yang sudah mendeklarasikan diri dan mendapat cukup dukungan partai. “Kalau mau hasil survei benar, maka seharusnya calon itu seimbang, sama-sama punya dukugan partai, dikontestasikan, baru disurvei. Lah ini belum ada lawan kok disurvei, yah jelas menang, wong belum apa-apa sudah dilakukan penilaian,” imbuhnya. ***