Ahok-Djarot Gandeng Bank Besar Wujudkan Kartu Jakarta One

27

JAKARTA-Pasangan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat terus mengenjenjot implementasi kartu Jakarta One.

Sejumlah bank besar, baik bank swasta maupun bank pemerintah siap bekerjasama dengan Pemprov DKI juga mewujudkan satu kartu untuk semua ini yang ditargetkan diluncurkan pada tahun 2017 mendatang. “Kartu Jakarta One sudah kami desain bekerja sama dengan beberapa bank besar di Jakarta, baik bank pemerintah maupun swasta. Kita sudah bertemu saat melaunching tempat parkir elektronik beberapa waktu lalu,”  ujar Djarot kepada wartawan usai menerima pengaduan warga  di Rumah Lembang Jakarta, Selasa (22/11).

Djarot menjelaskan kartu Jakarta One akan digunakan sebagai e-KTP, pembayaran bus, rumah susun (rusun), belanja, electronic road pricing (ERP), serta pembayaran BPJS. Karena  kita ingin kedepan, kita budayakan agar semua transaksi di Jakarta cashless. Makanya kita perlu kartu Jakarta One,” terangnya.

Dengan kartu Jakarta One ujar Djarot, masyarakat Jakarta berhak mendapatkan semua fasilitas yang disediakan oleh Pemprov Jakarta, mulai dari tempat parkir, trans jakarta, untuk bayar SIM, membayar pajak dll. Sehingga masyarakat Jakarta tidak membutuhkan banyak kartu.

Kartu Jakarta One bisa mendapatkan semua fasilitas atau pelayanan yang diberikan oleh Pempov DKI. “Kami akan bekerjasama dengan pemerintah pusat untuk beberapa transksi yang membutuhkan biaya bisa menggunakan Kartu Jakarta One. Beberapa bank besar sudah terintegrasi dengan Pemprov DKI Jakarta,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Kartu Jakarta One juga merupakan bagian dari Jakarta Smart City yang berfungsi untuk meningkatkan pelayanan publik dan keterbukaan informasi. Kartu ini merupakan bentuk elektronifikasi informasi dan transaksi sistem pembayaran.

Ide awal Kartu Jakarta One berawal dari adanya Kartu Jakarta Pintar (KJP). “Justru dasarnya seperti KJP. Ada tabungan JakCard namanya. Ini semua modal awal kita bentuk Jakarta One. Nanti kartu Jakarta One bisa e-KTP sebetulnya, semua bisa disimpan di situ. Jadi bukan tidak efisien (karena Jakarta kebanyakan kartu), justru jadi efisien,” ujar Basuki.

Kartu multifungsi ini bisa digunakan untuk berbagai hal mulai dari pembayaran naik bus Transjakarta, RSUD, rusun, pajak, retribusi, parkir meter, MRT, asuransi BPJS hingga penyaluran kredit kepada pelaku usaha kecil menengah.