AHY Tak Jadi Capres, Demokrat “Terbelah” di Koalisi

16

JAKARTA-Partai Demokrat mengakui kadernya terbelah dalam menyikapi Pilpres 2019. Karena itu, tak heran realitas di lapangan ada yang mendukung pasangan Capres-Cawapres Jokowi-KH Maruf Amien. Namun sebagian lagi berpihak kepada Prabowo-Sandiaga.

“Mengapa mereka begitu, karena seluruh kader Partai Demokrat menginginkan agar yang dicalonkan itu adalah kader Partai Demokrat sendiri. Jadi realistis dong,” kata Wakil Ketua umum Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan dalam diskusi “Isu Dua Kaki Demokrat Ganggu Parpol Koalisi?” bersama Sekretaris PAN Yandri Susanto dan anggota Komisi XI DPR F-PDIP Maruara Sirait di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Mantan Menkon/UKM era SBY ini mengungkapkan hanya minoritas kader partai yang mendukung Capres Jokowi-Kiai Maruf Amin. Justru sebagian besar malah tetap mendukung Prabowo-Sandiaga.

“Hasil survei itu dikumpulkan seluruh Indonesia, sebanyak 34 provinsi. Hasilnya adalah hampir 80% itu memilih Prabowo, sisanya itu memilih Jokowi,” tambahnya.

Berdasarkan catatan, 20% yang memilih Jokowi itu, antara Jawa Timur, Papua, NTT, Bali dan Sulawesi Utara. Jadi kader yang terang-terangan memilih Jokowi itu hanya puluhan orang saja. “Apakah akan kami pecat semuanya? kan nggak mungkin, karena itu kami hanya meminta masukkan dari mereka ini,” jelasnya.

Makanya, lanjut Syarief Hasan-panggilan akrabnya, DPP Partai Demokrat berkewajiban untuk meyakinkan mereka yang memilih Jokowi agar kembali ke Prabowo. “Tentu kita akan jelas, kenapa pilihan kita jatuh kepada Prabowo. Karena selama inikan mereka belum tahu semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris F-PAN Yandri Susanto menegaskan tudingan bahwa Partai Demokrat main dua kaki, tentu saja keliru. Karena, ibaratnya sebuah rumah besar, kalau ada perbedaan pendapat adalah suatu yang normal.

“Kita lihat komandan utamanya, Bapak SBY, AHY dan Bapak Syarief. Kita lihat pertemuan antara Prabowo, Sandi dengan SBY dan jajaran Demokrat, jadi semua terkomfirmasi,” katanya.

Menurut Yandri, Partai Demokrat solid dan bersungguh-sungguh memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. Karena kepentingan politik Demokrat bisa terakomodir kalau pasangan Prabowo-Sandi menang.

“Saya beberapa kali mendampingi Bang Zul bertemu langsung dengan Bapak SBY. Diskusi dengan Bapak SBY itu sangat bagus sekali, soal Indonesia ke depan dan berharap Prabowo menang,” cetusnya.

Bahkan kata anggota Komisi II DPR F-PAN, tudingan bahwa Partai Demokrat setengah-setengah dalam memenangkan Prabowo, itu jelas fitnah. Lihat saja, bagaimana SBY membawa langsung dokumen pendaftaran capres-cawapres ke KPU.

“Saya melihat langsung Pak SBY yang paling utama menandatangani, sebelum berangkat ke KPU,” terangnya lagi.

PAN, sambung Yandri, tidak setuju Partai Demokrat dipojokkan dengan istilah “main dua kaki”. Apalagi Partai Demokrat berpengalaman selama dua periode memimpin kekuasaan.

“Tentu saja, punya pengalaman untuk memenangkan Prabowo-Sandi. Jadi semua itu sudah terjawab dengan pertemuan Prabowo-SBY,” imbuhnya. ***