Airport Tax Tiga Bandara Akan Naik

50

JAKARTA- Angkasa Pura II dikabarkan akan memberlakukan tarif baru passenger service charge (PSC) atau dikenal airport tax di tiga bandara kelolaannya. Adapun tiga bandara itu, Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).

Direktur Utama PT AP II Tri S Sunoko mengatakan PSC di ketiga bandara tersebut akan naik berbeda-beda. Di Kualanamu PSC untuk rute domestik dipatok Rp 75.000, naik bertahap dari besaran sebelumnya Rp 35.000. Sedangkan untuk rute internasional dipatok Rp 200.000. “Usulan kami Pekanbaru Rp 50.000, dan Tanjung Pinang Rp 40.000,” katanya.

Menurut Tri, pemberlakukan PSC yang termasuk ke dalam tiket, baru dua maskapai yang mengimplementasikannya, Garuda Indonesia dan Citilink. Perberlakuan itu akan menyasar maskapai lain dalam waktu yang belum dapat dipastikan. “Masih proses, kita minta mereka mau. Kendalanya masih di sistem, kan yang lain sistemnya belum terintegrasi secara menyeluruh,”

Hal senada juga dikatakan Daryanto Sekretaris Perusahaan PT AP II pemberlakukan PSC disatukan dengan tiket ini tidak akan berpengaruh terhadap pendapatan yang diterima PT AP II.

“Nggak lah. Ini kita hanya ingin tidak ada antrian lagi. Kan untuk menjadi world class airpoirt itu antrian harus dikurangi,” ujarnya sambil menjelaskan kenaikkan PSC itu untuk meningkatkan kinerja.

“Yang kita usulkan yang baru kita bangun dan kita selesaikan. Karena di situ ada peningkatan biaya, seperti bandara Kualanamu, Tanjung Pinang sama Pekanbaru,”

Sekretaris Perusahaan PT AP II juga menambahkan pemberlakuan PSC yang baru itu adalah untuk menutupi investasi yang dikeluarkan perseroan dalam mengembangkan fasilitas bandara.

Bandara Kualanamu menghabiskan investasi sekitar Rp 5,59 triliun, detilnya sisi darat sebesar Rp 2,2 triliun diambil dari keuangan internal PT AP II. Sedangkan sisi udara menghabiskan investasi sekitar Rp 3,39 triliun yang bersumber dari APBN.

Sementara itu, perseroan juga membangun terminal baru senilai Rp 630 miliar di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
“Jadi yang ada perubahan fasilitas, dari terminal lama ke terminal baru. Seperti Kualanamu asalnya kan Polonia. Di Kualanamu fasilitasnya lebih lengkap,” tambahnya. **cea