Akhir 2016, Kredit Bisa Tumbuh Sampai 12%

Akhir 2016, Kredit Bisa Tumbuh Sampai 12%

0
BERBAGI

JAKARTA–Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal pertama tercatat sebesar 8%. Pertumbuhan ini masih jauh dari target yang berada di kisaran 12%-14%. Namun begitu pertumbuhan kredit pada semester kedua bisa meningkat. “Jadi kita harapkan akan ada pertumbuhan kredit yang lebih baik dibandingkan semester I,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Agus mengakui pertumbuhan kredit pada 2016 tidak sampai pada kisaran 12-14%. Namun tetap optimis masih bisa double digit. “Jadi kalau dilihat sekarang sampai dengan Mei pertumbuhan kredit itu masih di bawah 10% tetapi sampai akhir tahun 2016 itu kita melihat bisa antara 10% sampai 12%,” jelasnya.

Menurut mantan Dirut Bank Mandiri ini, pertumbuhan kredit double digit tersebut masih bisa tercapai karena adanya pembangunan dari investasi pengeluaran pemerintah dan konsumsi rumah tangga. “Ini kami yakini lebih karena di semester II ini akan cukup dibantu dengan investasi pengeluaran pemerintah dan tentu konsumsi rumah tangga,” ucapnya

Dikatakan Agus, pertumbuhan kredit di semester II bisa meningkat jika dibandingkan semester I. “Jadi kita harapkan akan ada pertumbuhan kredit yang lebih baik dibandingkan semester I,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan BI kemungkinan akan melonggarkan aturan Loan To Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Aturan ini akan keluar pada bulan Agustus, namun tanggalnya masih terus didiskusikan. “Aturan LTV tentu saja berlaku di bulan Agustus, tanggalnya belum dipastikan dan PBI akan keluar segera,” katanya

Menurut Juda, sosialisasi sudah dilakukan sejak bulan lalu. Dengan adanya aturan ini, diharapkan pengajuan KPR pun meningkat dan bank lebih mudah dalam melakukan penyaluran kredit, setidaknya di sektor properti. Dengan cara ini, diharapkan risiko perlambatan ekonomi yang lebih dalam dapat ditahan dan pertumbuhan ekonomi dapat digenjot. “Sosialisasi saya kira 2 bulan lalu sudah kita sampaikan esensi rasionya, juga inden rumah kedua,” pungkasnya. ***