Aliansi Cinta NKRI Gelar Aksi Damai Tolak Radikalisme dan Terorisme

74

TEGAL-Ribuan masa yang tergabung dalam Aliansi Cinta NKRI Kabupaten Tegal menggelar aksi damai menolak segala bentuk kegiatan separatism, radikalisme & terorisme di bumi  Nusantara, terutama di Wilayah Tegal karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. “Kami mengutuk keras aksi terorisme yang menghilangkan nyawa warga NKRI khususnya dan warga dunia pada umumnya, termasuk  teror bom yang terjadi di Mapolres Solo dan Madinaah,” ujar Koordinator Aksi Damai Aliansi Cinta NKRI Kabupaten Tegal, H. Muslih, S.Pdi, M.Pdi dalam orasinya di Tegal, Sabtu (23/7).

Longmarch Aliansi CInta NKRI ini dimulai dari gedung Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal lalu singgah di monumen GBN dan dilanjutkan ke taman rakyat Slawi.

Aliansi ini merupakan gabungan dari berbagai organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan se Kabupaten Tegal seperti NU, GP Ansor, PMII, HMI, Pagar Nusa, Projo, ipnu, ippnu, IRM, IPM, Ikatan Pengusaha Muslim, Sedulur Slawi, Jaringan Ggusdurian Tegal, Ikatan Pemuda Kristen, Makin, Adi Dhharma, Meneges, Persatuan Gereja-Gereja Indonesia, Fatayat NU, PD Muhammadiyah, Lintas agama, FSN, FKKB dan PHDI.

Muslih dalam orasinya meminta seluruh faksi atau golongan yang ada di Indonesia untuk mempertahankan NKRI. Sebab NKRI merupakan harga mati. Karena itu, siapapun yang hendak merubah NKRI menjadi khilafah maupun menjadi negara komunis, liberal adalah lawan dan mush. “Bagi kam,  tidak ada bentuk negara lain lagi di bumi Indonesia selain NKRI,” tegasnya.  tegal2

Menurutnya, Aliansi Cinta NKRI Kabupaten Tegal akan membentuk jaringan massa menolak separatism, radikalism, fundalism, dan terorism di wilayah NKRI. Sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.“Seluruh warga Tegal menolak segala bentuk aksi separatism, kekerasan, ekstremisme dan terorisme.  Termasuk menentang seluruh bentuk kajian maupun gerakan yang mengubah pancasila sbg dasar negara khususnya seperti ormas HTI,” tegasnya.

Aliansi ini juga siap meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran faham separatism, radikal, terorism di wilayah Kabupaten Tegal.  Untuk itu, mereka mendesak pemerintah untuk menjaga aset-asetnya agar tidak digunakan oleh organisasi yang tidak berpihak pada NKRI.”Kami berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada setiap jamaah atau masyarakat dengan pendekatan humanistik, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masyarakat masing-masing di Kabupaten Tegal,” ujarnya.

Dia mengatakan siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan separatism, radikalisme & terorism diseluruh Kabupaten Tegal. “Kami menyemai toleransi berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila,” tuturnya. tegal3

Hasil deklarasi yang telah di tanda tangani oleh seluruh element masyarakat Kabupaten Tegal ini diserahkan ke DPRD Kabupaten Tegal.

Deklarasi ini diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Firdaus Asseyrozy, Waka polres Kabupaten Tegal, Kajari Tegal, Kesbangpol Tegal.