Aliran Dana Global Akan Tekan Rupiah

62

JAKARTA-Membaiknya perekonomian negara-negara maju, tentu perlu diwaspadai. Karena nilai rupiah juga akan berpengaruh. Masalahnya, perekonomian negara-negara berkembang justru melemah. “Sementara saat ini, negara berkembang ekonominya menurun, ini akan terjadi pola aliran dana global, ini akan menjadikan tekanan nilai tukar,”  kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (18/10).

Lebih jauh kata Agus, BI mengakui situasi dan kondisi pasar uang Indonesia saat ini mulai stabil merespon kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) yang berangsur kondusif. Namun perlu diwaspadai adanya capital flight ke negara maju. “Secara umum di bulan Oktober kondisi perekonomian pasar uang kita stabil dan tetap kita perlu memperhatikan risiko eksternal dan domestik Indonesia,” ujarnya

Namun demikian, kata Mantan Menkeu ini tetap berkonsentrasi untuk mendongkrak perekonomian nasional. Meskipun kondisi saat ini stabil. Yang jelas, sambungnya, BI tetap mewaspadai terjadinya pergeseran landscape perekonomian dunia.

Menurut Agus, masalahnya ekonomi negara-negara maju mulai pulih sementara perekonomian negara berkembang justru menurun. “Dari sisi eksternal waspadai terjadinya pergeseran landscape perekonomian dunia dimana ekonomi negara maju terjadi pemulihan,” tegasnya.

Dari dalam negeri, Agus menjelaskan, perlu disikapi defisit neraca perdagangan dimana diperkirakan akan mampu di tekan hingga di bawah 3% sampai akhir tahun. “Dari dalam negeri, defisit neraca perdagangan perlu disikapi kalau di 2012 terjadi di atas 3%, 2013 di bawah 3%, 2015 di kisaran 2%,” kata Agus.

Selain itu, pergerakan rupiah juga dinilai stabil diikuti oleh tingkat inflasi yang cenderung normal. “Inflasi, perkembangannya deflasi di September menunjukkan bahwa kondisi normal secara month to month. Akhir tahun inflasi 9-9,8%. Nilai tukar rupiah kecenderungan stabil,” pungkasnya. **cea