Allianz Life Luncurkan Asuransi Perlindungan 100 Penyakit Kritis

207

JAKARTA-PT Asuransi Allianz Life Indonesia (“Allianz Life”) meluncurkan Allianz SmartLink CI100, yang merupakan manfaat perlindungan kondisi penyakit kritis terlengkap saat ini yang mencakup 100 kondisi penyakit kritis.  Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling mengatakan, Allianz SmartLink CI100 dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan penyakit kritis. Perlindungan terhadap tertanggung dimulai dari kondisi awal (early stage) sampai dengan kondisi akhir (late/advanced stage).  “Penyakit kritis adalah momok yang menakutkan bagi setiap orang. Masyarakat kota besar memiliki eksposur tinggi terhadap berbagai risiko kesehatan, karena umumnya mereka cenderung terbentur keterbatasan untuk melakukan gerak fisik akibat tuntutan pekerjaan yang memaksa untuk terus berada di belakang meja. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga gaya hidup sehat dan melengkapi dirinya dengan perlindungan asuransi sebagai upaya pencegahan dan mewujudkan hidup 100 persen ,” ujar Joachim  di Plaza Bapindo,  Jakarta, Rabu (3/7).

Hasil survei yang dilakukan oleh Allianz terhadap 1.944 orang responden di 11 kota besar di Indonesia, di antaranya: Jakarta, Manado, Bali, Surabaya dan Makassar, menunjukkan bahwa 95 persen  responden menyadari akan risiko penyakit kritis dan potensi tingginya biaya pengobatan yang iperlukan.

Karena itu kata dia, Allianz SmartLink CI100 hadir menjawab kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang lebih menyeluruh.  Tertanggung akan mendapatkan perlindungan sampai usia 100 tahun dan memiliki fasilitas multiple claims selama manfaat polis asuransi tambahan berlaku. “Manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari SmartLink CI100 adalah tambahan uang pertanggungan jika Tertanggung harus menjalani Angioplasty dan jika terdiagnosa Komplikasi Diabetes,” jelas dia.

Dari data klaim yang dimiliki oleh Allianz Life, tercatat lima penyakit kritis yang paling banyak diklaim selama dua tahun terakhir adalah kanker, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan tumor otak jinak. Faktanya penyakit kritis memiliki tahapan dan jenis yang jumlahnya tidak sedikit. “Kami melihat angka klaim terhadap penyakit kritis setiap tahunnya masih cukup tinggi. 38,5 persen klaim sepanjang tahun 2012 berasal dari klaim terhadap penyakit kritis. Dengan perlindungan sejak early stage, penyakit kritis bisa ditangani lebih awal untuk mendapatkan perawatan yang lebih cepat dan baik,” jelas Todd Swihart.