Anak Pejabat di Tangsel Masuk Sekolah Unggulan Dengan Ijazah Cacat

226

TANGERANG-Penyelengaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tangerang Selatan, Banten, syarat tindak kecurangan dan cenderung abuse of power. Hal tersebut, diperkuat setelah terungkapnya seorang anak Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman, Mohamad Taher yang diterima masuk sekolah negeri unggulan di Tangsel, dengan menggunakan ijazah cacat hukum.

Diketahui, anak berinisial MK,13, yang secara prosedur secara jelas melanggar pelaksanaan Ujian Nasional Paket B beberapa waktu lalu, akhirnya bisa diterima duduk dibangku SMAN 2 Kota Tangsel.

Kepala SMAN2 Tangsel, Neng Nurhemah, dikonfirmasi beberapa waktu lalu, membenarkan perihal tersebut. Namun dia beralasan, anak itu diterima berdasarkan nilai pada Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN ). Dari nilainya, anak tersebut, memenuhi syarat masuk SMAN2 Tangsel. “Anak itu (MK-red), kini sudah mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah kami. Karena kenyataannya anak itu memiliki jumlah nilai yang lumayan tinggi,” terang Neng Nurhemah.

Soal dugaan kepemilikan ijazah cacat hukum dari anak tersebut, Neng  mengaku tidak mengetahui pasti latar belakang proses perolehannya. “Sebagai penyelenggara PPDB di sekolah, pihak kami hanya menerima dan melayani pendaftaran dari siapapun. Kalau soal ijazah, kan bukan kami yang mengeluarkan tetapi dari Dinas Pendidikan terkait,” bebernya.

Diketahui sebelumnya, Mutiara Kasih merupakan peserta didik di Homeschooling Tunas Indonesia, Kecamatan Pondok Aren yang sebelumnya akan diikutsertakan untuk mengikuti Ujian Nasional Paket B tahun ajaran 2015/2016. Namun, dikarenakan tidak memenuhi persyaratan yang layak sebagai peserta ujian, pihak sekolah pun menarik kembali pemberkasan yang sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan Kota Tangsel. Herannya, justru nama Mutiara Kasih masuk sebagai peserta ujian Paket B pada lembaga PKBM Geliat Bocah Kampung Program dengan nomor peserta B-16-30-04-016-023-2 yang pelaksanaan ujiannya digelar di SDN Kademangan 01, Kecamatan Setu, Mei lalu.

Tidak hanya itu, nama Mutiara Kasih pun muncul pada rekap data perlehan hasil ujian nasional Paket B lembaga PKBM Geliat Bocah Kampung Program yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten dengan perlehan jumlah nilai sebesar 391,5. Apalagi, saat dikonfirmasi kepada pihak homeschooling Tunas Indonesia bahwa pihak sekolah tidak akan meluluskan nama Mutiara Kasih. Kini, atas nama Mutiara Kasih justru terdaftar sebagai Peserta Didik Baru di SMAN 2 Kota Tangsel dengan asal sekolah Homeschooling Pelangi. (Raja Tama)