Aneh, Marwan Banggakan Lion Air Ketimbang Garuda

212

JAKARTA-Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna mengatakan sikap Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Marwan Jafar yang mengkritik Garuda Indonesia karena tertinggal pesawat tidak menggambarkan revolusi mental di jajaran kabinet Jokowi. Mestinya Jokowi harus menegur menteri yang bersikap seperti raja.
“Slogan revolusi mental Jokowi, jelas telah dilanggar oleh pembantunyanya sendiri,” katanya di Jakarta, Jumat (26/2).

Marwan, kata mantan Dekan FISIP UI, seharusnya paham pesawat komersil mempunyai jadwal yang ketat. Kalaupun ada penundaan, maka penumpang harus menunggu.”Memang begitu di dunia perbangan, kita telat ya ditinggal, pesawat telat kita disuruh menunggu,” tegasnya.

Dia menilai janggal seorang menteri lebih membanggakan perusahaan penerbangan swasta ketimbang miliki negara. ”Dia itu anggota kabinet, kok menjelek-jelekan Garuda Indonesia yang milik negara dan lebih membanggakan Lion Air yang miliki pengusaha swasta. Terlebih jelas Garuda Indonesia masih lebih unggul daripada Lion Air sendiri,” ujarnya

Budyatna menduga ada motif tersembunyi dibalik pernyataan Marwan. Karena masyarakat mengetahui pemilik Lion Air Rusdy Kirana merupakan mantan wakil ketua umum PKB.

Dia pun meminta Marwan untuk tidak mencatut sikapnya tersebut sebagai sikap dan mentalitas masyarakat Pati di Jawa Tengah.”Sudah salah masih membela diri seolah-olah sikapnya yang seperti itu adalah sikap normal masyarakat pesisir atau Pati di Jawa Tengah. Memangnya orang Pati mau disamai sikapnya dengan menteri yang seperti ini?,” ujarnya heran.

Mumpung isu resufle masih hangat, sambung Budyatna, Marwan harus segera diganti. Bukan hanya karena pernyataannya, namun selama memimpin kementrian desa dan daerah tertinggal, belum ada prestasi yang dibanggakan,padahal anggarannya begitu besar,” tandasnya. **aec