Angela Rompis, Gadis Belia Berprestasi Mendunia

Angela Rompis, Gadis Belia Berprestasi Mendunia

0
BERBAGI
Angela Tevina Rompis

Oleh: Raja Tama

Umurnya memang masih muda belia. Kehadirannya di dunia fashion memang masih terbilang baru. Namun prestasinya sudah mendunia dalam bidang tata busana.

Itulah Angela Tevina Rompis (16 tahun). Angela menjadi satu-satunya fashionpreneur termuda yang mampu memperlihatkan karyanya di ajang New York Couture Fashion Week 2016 Februari lalu.

New York Fashion Week memiliki beberapa program fashion week. Salah satu diantaranya ajang peragaan busana internasional New York Couture Fashion Week (CFW). Pada kali itu Angela, sapaan karibnya mencoba kreasi berbeda dengan menyuguhkan koleksi Summer Tie Dye dengan tema Dyeing for Summer.  “Tie dye itu unik dan punya motif-motif berbeda yang kadang ada temannya tersendiri. Karena umumnya orang mengkreasikan busana dari kain batik,” ujar dara kelahiran Tangerang, 12 Agustus 1999.

Lewat tema Dyeing for Summer itu, Dia mencoba menampilkan warna-warna cerah yang dikreasikannya mulai dari tank top hingga maxi dress.  “Pasti sangat nyaman dan fun untuk yang melihat dan memakainya,” ucap anak tunggal pasangan (alm) Johannes Paul Levi Rompis dan Teti Nurhayati.

Kali itu Angela tidak sendiri, dalam peragaan busana kelas internasional itu, Dia berkolaborasi dengan desainer setanah air, Vierna, Clo By Coreta, yang menampilkan tas berbahan baku kain tradisional seperti batik dan tenun.

Tiga desainer ternama Indonesia seperti Barli Asmara, Dian Pelangi dan Zaskia Sungkar juga sempat memamerkan karyanya di ajang tersebut pada Februari 2015 lalu.  “Tentu ini kesempatan Aku untuk bisa mewujudkan cita-cita menjadi entrepreneur yang go internasional, Amiin,” ucapnya penuh harap.

Dara campuran Sunda-Manado ini, mengaku bukanlah yang jago mencorat-coret disain busana diatas kertas, seperti disainer umumnya.  “Aku mesti banyak belajar kalau mendesain dikertas, karena selama ini ngedisainnya dari komputer dengan program-program desain grafis,” terang dara yang sempat mencoba main sinetron di tv swasta nasional itu.

Mulanya, Angela, yang gemar merangkai potongan busana lewat komputer itu mengaku hanya sekadar iseng. “Engga sengaja mama lihat desain aku, terus Dia suruh aku ke tukang jahit untuk buatkan disainnya. Terus coba dijual ke teman-teman sekolah, responnya bagus banget,”bilang penyuka olahraga renang.

Dari situ, Angela mengembangkan disainya untuk kreasi pakaian muslim, batik dan tenun yang dibuatnya sendiri secara handmade.  “Pas tahun 2015 aku ada kesempatan buka stand pameran di New York, nah dari situ kemudian aku ditawarin untuk ikut CFW,” ujarnya yang mendapat 100 pesanan dari warga New York usai gelaran CFW Februari 2016 kemarin.

Ditengah kesibukan sekolahnya, siswi kelas 2 SMU Pembangunan Jaya, Bintaro, Tangerang Selatan, itu mengaku kerepotan membagi waktu antara karya dan pendidikan formal yang diembannya.  “Pasti ada prioritas, karena ini jalan aku untuk jadi entrepreneur yang go internasional,” cetusnya.  angela2

Bagi dia, dunia fashion di tanah air tidak kalah dengan yang ada di luar negeri, baik dari sisi disain, ide kreatif, terlebih bahan baku sandang yang high quality.  “Kuncinya kita harus pede, kreatif, berbeda, dan memiliki jaringan luas. Satu lagi kita jangan berhenti belajar dan terus eksplor apa yang sudah kita dapat,” pesannya.

Penghargaan yang Pernah didapat :

Tahun 2011

Finalis Campina Model Hunt

Tahun 2014

Peringkat Pertama Jumlah Nilai Tertinggi Ijazah dan UN (serta meraih nilai terbaik mata pelajaran Bahasa Inggris, IPA dan Matematika) SMP Pembangunan Jaya angela

Tahun 2015

Juara 1 : lompa penelitian PLASMA Fak. Psikologi Univ Atmajaya

Juara 1 : Lomba Penelitian Sains L’OREAL Girls In Science L’OREAL Indonesia

Juara 3 : Indonesia Student Company (ISCC) Prestasi Junioa Indonesia

Juara 2 : Olimpiade Penelitian siswa Indonesia (OPSI) Humaniora Dinas Pendidikan (Prov. Banten)

Juara 1 : Lomba Karya Ilmiah Green City Indonesia (Fak Teknik Mesin Unika Atmajaya dan Jerman-Indonesia)

Juara 1 : Karya Ilmiah BLHD Prov Banten.

Tahun 2016 :

Peraih Beasiswa SMA Pembangunan Jaya tahun ajaran 2015-2016

Juara Harapan 2 : Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota Tangerang Selatan

Juara 2 : GE STEM Innovation Camp 2016 Prestasi junio Indonesia (PJI) & GE. (Raja Tama)