Aset BNI Syariah Mencapai Rp 42,49 Triliun

11
BNI Syariah
Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi (dua dari kanan) mengunjungi lokasi penerima bantuan pasca gempa Lombok yaitu Pesantren Al-Ikhlas di Dusun Mentigi, Lombok Utara, Kamis (17/10). Pada kesempatan ini, BNI Syariah menyerahkan secara simbolis bantuan berupa pembangunan depot air senilai Rp 125 juta dan perlengkapan santri. Dalam rangka membantu pemulihan pasca gempa Lombok, BNI Syariah telah menyalurkan dana zakat total senilai Rp 3 miliar.

LOMBOK-BNI Syariah mencatat memiliki aset sebesar Rp 42,49 triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 3,2 juta per Juni 2019. Hal ini ditopang jaringan sebanyak 369 outlet yang tersebar diseluruh Indonesia ditambah lebih dari 1.746 Syariah Channeling Office (SCO) Kantor Cabang BNI yang dapat melayani pembukaan rekening BNI Syariah.

BNI Syariah sebagai bagian dari BNI Incorporated merupakan anak perusahaan BNI diawali dari Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000 kemudian statusnya meningkat (spin off) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada 19 Juni 2010.

Direktur Kepatuhan & Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi menjelaskan kinerja BNI Syariah triwulan 2 tahun 2019 mengalami pertumbuhan yang semakin positif. Laba bersih mencapai Rp 315,27 miliar atau naik 55,32 persen dari bulan Juni 2018 sebesar Rp 202,9 miliar.

Cerminan pertumbuhan terlihat dari aset BNI Syariah pada triwulan 2 tahun 2019 yang mencapai Rp 42,49 triliun atau naik sebesar 12,5 persen year on year (yoy) dari triwulan 2 tahun 2018. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 12,39% persen (data SPS per Juni 2019 BUS-UUS).

“Per Juni 2019, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp31,66 triliun, tumbuh 26,03% atau sebesar Rp6,54 triliun (yoy) dengan komposisi pembiayaan yang seimbang dimana pada triwulan II tahun 2019, segmen Konsumer dengan kontribusi sebesar Rp14,53 triliun menyumbang 45,90%, diikuti segmen Komersial sebesar Rp9,14 triliun (28,88%), segmen Kecil dan Menengah Rp5,94 triliun (18,77%), segmen Mikro Rp1,69 triliun (5,34%), dan Hasanah Card Rp352,61 miliar (1,11%),” terangnya.

Selain pembiayaan jelasnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 36,32 triliun atau naik 12,13 persen dengan jumlah nasabah sebesar 3,2 juta. Sejalan dengan pertumbuhan kinerja BNI Syariah yang positif, kinerja BNI Syariah di kota Mataram juga terus meningkat.

“Alhamdulillah hal ini membuktikan kehadiran BNI Syariah diterima baik oleh warga Lombok,” imbuhnya.

BNI Syariah memiliki 2 kantor cabang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu Kantor Cabang Mataram yang berlokasi di Jl. Pejanggik No. 23 Mataram dan Kantor Cabang Cakranegara di Jl. Pancausaha No. 8 Mataram.

Per Juni 2019, aset BNI Syariah Mataram dan Cakranegara total mencapai Rp 534 miliar dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp 282 miliar dan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 535 miliar.