Asosiasi IUMKM Keluhkan Aturan Pinjaman Modal ke Bank

62

JAKARTA-Pemerintah telah menyiapkan dana yang cukup besar agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mampu memiliki pasar dan berproduksi lebih baik.

Penegasan ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika menerima Ketua Umum Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (IUMKM) Indonesia Hermawati Setyorinni, di Istana Wakil Presiden, Merdeka Selatan, Jumat (22/4).

Sebagai wadah pembina dan pemasaran hasil-hasil UMKM, Wapres berharap agar Asosiasi IUMKM memberikan pemahaman kepada anggotanya bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa program pengembangan UMKM, agar setiap UMKM produktif dan mampu bersaing di pasar internasional. “Jelaskan program-program sebaik-baiknya kepada UMKM, yang penting kan semangatnya, peruntukannya. Anggaran pemerintah cukup besar untuk mengembangkan UMKM ini,” ujar JK.

Sebelumnya, Hermawati menjelaskan IUMKM merupakan wadah untuk memfasilitasi antara UMKM dan pemerintah, pengusaha dan sesama UMKM. Hingga saat ini yang dilakukan IUMKM selain mendata keanggotaan seluruh UMKM di Indonesia, juga mengembangkan beberapa program pelatihan dan membantu pemasaran hasil-hasil UMKM. Namun Hermawati mengeluhkan terdapat masalah di lapangan terutama mengenai pelaksanaan aturan pinjaman modal ke bank. “Kami berharap agar kebijakan aturan ijin usaha mikro kecil menengah dapat dilaksanakan secara merata di lapangan, karena dari program pemerintah itu yang paling bagus karena ada fasilitas untuk KUR [Kredit Usaha Rakyat]. Tapi di beberapa daerah, tetap harus ada surat domisili usaha untuk mengajukan KUR,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Wapres mengimbau agar setiap asosiasi UMKM yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia mampu mendukung UMKM di setiap sektor. “Tinggal melihat siapa yang paling rajin menjadi wadah dari UMKM tersebut, karena setiap sektor memiliki spesialisasi masing-masing. Tinggal sekarang selamat bekerja saja,” ucap Wapres.

Dalam kesempatan tersebut IUMKM membawa salah satu contoh hasil UMKM yang dibinanya,  yaitu jagung siap makan yang diklaim tumbuh hanya di dua negara yaitu Indonesia dan Amerika. Jagung tanpa proses pemasakan tersebut tumbuh di dataran yang memiliki tinggi kurang lebih 800 -1000 meter dari permukaan laut.

Hadir mendampingi Hermawati, Wakil Ketua Umum Indra Wishnuntoro, Pembina Pieter Wattimena, Sekretaris Jenderal Deniary Hammu, Kepala Bidang Energi, Sumber Daya Alam dan Mineral, Kepala Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Pieter Tobias Patiasina, dan Ketua DPW Provinsi DKI Jakarta Ichsan Erwin. Sementara Wapres Jusuf Kalla didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohammad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, dan Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi.