Asperindo: Pengiriman Barang via Online Tumbuh 25%

Asperindo: Pengiriman Barang via Online Tumbuh 25%

0
BERBAGI
Ketua Asperindo Mohammad Feriadi

JAKARTA-Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) optimis pertumbuhan industri ritel khususnya bidang pengiriman barang akan terus bertumbuh di era digitalisasi.

Hal ini diungkapkan Ketua Asperindo Mohammad Feriadi dalam konferensi pers dalam rangka HUT Asperindo yang ke 31 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selanjutnya Feriadi menjelaskan bahwa peran industry pengiriman sangat penting karena perdagangan (commerce) saat ini meningkat pesat karena didorong dengan percepatan digitalisasi oleh internet. Perdagangan dalam jaringan atau e-commerce di Indonesia, nilai transasksinya akan mencapai sebesar 130 miliard USD.  “Jika 13 persen dari total tersebut dipergunakan untuk belanja kebutuhan pengiriman ekspres, pos dan logistic maka market size industry ini adalah sebesar 16,9 milyar USD atau sekitar 219,7 triliun rupiah.  Menurut riset yang dilakukan Idea dan Taylor Nelson Sofren, nilai tersebut meningkat 5,7 kali lipat dari perdagangan Tahun 2016 sebesar 22,6 miliar USD,”jelasnya.

Hal ini membuktikan, potensi bisnis ritel ini di tanah air sangat besar. Pertumbuhannya juga akan sangat luar biasa. “Namun sangat disayangkan kita hanya menjadi penonton saat e-commerce ini bertumbuh dan berkembang,” imbuhnya.

Padahal menurutnya, produk-produk yang dihasilkan oleh UKM ini sangat berkualitas. “Saya selalu katakana UKM-UKM ini layak kita gandeng karena UKM merupakan pertahanan terakhir kita saat Indonesia alami resesi berkepanjangan. UKM-UKM ini utanggnya tidak banyak, barangnya juga langsung diserap, sehingga perputarannya sangat bermanfaat bagi masyarakat,”jelasnya.

Sejalan dengan Feriadi, Waketum Asperindo Budi Paryanto optimis industri pengiriman barang akan terus bertumbuh di Tahun 2017 ini. “Kita akan masih tumbuh di kisaran angka 20-25 persen. Walaupun kendala yang kita hadapi masih seperti yang dulu. Kendala infrastruktur, kendala over lappingnya regulasi, baik di level pusat dengan pusat, maupun pusat dengan daerah. Itu kendala yang masih sangat kami rasakan sampai saat ini,” jelasnya.

Dia menjelaskan para anggota Asperindo saat ini telah mampu melakukan penjemputan (pick up) dan delivery (pengantaran) barang dari atau ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan dunia.

Hal ini diharapkan tidak saja mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, namun juga mampu menggerakan perekonomian nasional yang pelakunya sebagian besar terdiri dari wirausaha kreatif, UKM, serta perorangan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan digitalisasi layanan, kemampuan pelayanan prima dapat semakain ditingkatkan. Melalui pemanfaatan teknologi digital di sector pos, ekspres, dan logistic diharapkan produk dalam negeri dapat dengan mudah menjangkau konsumen di seluruh wilayah Indonesia hingga pasar global,”jelasnya.

Asperindo berharap agar dukungan dari pemerintah lebih dioptimalkan dengan pengingkatan kualitas  pelayanan untuk sector-sektor yang berkaitan langsung dengan para pelaku industry pengiriman pos, ekspres dan logistic, seperti bidang infrastruktur. Begitu juga dengan masih terdapatnya regulasi yang perlu dikaji ulang agar dapat lebih maksimal dalam mendorong pertumbuhan pengusaha penyelenggara pos dalam negeri.

Pada peringatan Asperindo yang ke 31 kali ini, Asperindo juga meluncurkan beberapa program untuk mengoptimalkan perannya melalui seluruh anggota. Program-program prioritas di berbagai bidang tersebut seperti peresmian website baru Asperindo, pengoperasian platform aplikasi ALIS ( Asperindo Logistic Integrated Solution), peluncuran buku kompliasi kode-kode standar dalam operasional industry penyelenggara pos, peresmian Lembaga Sertifikasi Profesi, pembukaan gerai bersama Multi Expres.

Dan yang tidak kalah pentingnya, Asperindo telah membangun kerja sama dengan beberapa stakeholder yang merupakan mitra strategis baik dalam negeri maupun luar negeri.

Asperindo sudah bangun kerja sama dengan berbagai pihak seperti euro champ, kadinnya Eropa untuk bertukar informasi terutama best practice yang terjadi di Eropa yang bisa diterapkan di tanah air.

Selain itu, Asperindo juga bangun kerja sama dengan BPOM, untuk memantau obat dan makanan yang masuk ke tanah air. Jalin kerja sama dengan BNPB untuk membantu mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang kena bencana.

Selain itu Asperindo juga bangun kerja sama dnegan BNN untuk membantu program pencegahan, penangkalan dan peredaran narkoba. Asperindo menjadi mitra stragegis untuk menimalisir peredaran obat-obat terlarang di tanah air.

Sampai saat ini sudah ada 197 perusahaan yang terlah bergabung dalam Asperindo, total populasi 2,5 juta, dengan bisnis value 50 triliun.