Asumsi ICP 2017 Sebesar US$ 40-55 per Barel

Asumsi ICP 2017 Sebesar US$ 40-55 per Barel

0
BERBAGI
photo dok: kkp.go.id

JAKARTA-Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR dengan Pemerintah memutuskan harga Indonesia Crude Price  (ICP ) dalam asumsi makro RAPBN 2017 sebesar US$ 40-55 per barel. Sebelumnya,  Pemerintah mengusulkan asumsi ICP sebesar US$ 35-45 per barel dan dalam rapat kerja Komisi VII dengan Menteri ESDM, ICP ditetapkan  sebesar US$ 45-55 per barel.

Sementara lifting minyak ditetapkan  Badan Anggaran DPR sebesar 750.000-790.000 barel per hari. Sebelumnya, Pemerintah mengusulkan lifting minyak sebesar 740.000-760.000 barel per hari dan rapat kerja dengan Komisi VII ditetapkan 760.000-800.000 barel per hari.

Sedangkan lifting gas bumi ditetapkan sebesar 1.100-1.200 ribu barel setara minyak per hari. Dalam raker dengan Komisi VII, lifting gas bumi ditetapkan 1.150-1.500 ribu barel setara minyak per hari, lebih tinggi dari usulan Pemerintah sebesar 1.050-1.150 ribu barel setara minyak per hari.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja dalam raker dengan Badan Anggaran DPR menjelaskan, rentang perkiraan harga minyak dunia untuk tahun 2017 cukup lebar. Pada awal tahun 2017, harga minyak dunia diperkirakan mendekati US$ 40-45 per barel. Sedangkan pada awal tahun, diperkirakan mendekati US$ 59-60 per barel.

Terkait lifting migas, Wakil Kepala SKK Migas Zikrullah menjelaskan, dalam pembahasan dengan Komisi VII, SKK Migas diminta melakukan simulasi produksi minyak hingga sebesar 800.000 barel per hari, lebih tinggi dari usulan awal sebesar 740.000-760.000 barel per hari. Namun produksi minyak sebesar 800.000 barel per hari tersebut akan sulit tercapai sebagai akibat dari penundaan-penundaan program kerja tahun 2016. “Program sumur pemboran banyak yang ditunda. Program sumur eksplorasi juga ada beberapa yang ditunda,” tambahnya.

Dalam catatan SKK Migas, untuk tahun 2017 tidak ada program kerja yang secara signifikan dapat meningkatkan produksi migas. Dari sekitar 6 WK migas yang PoD tahun depan, baru akan onstream pada kuartal 2 dan kuartal 3. “Jadi target 800.000 barel per hari akan sulit dicapai,” tegasnya.

Sementara untuk lifting gas bumi, menurit Zikrullah, target 1.100-1.200 ribu barel setara minyak per hari dapat dikatakan wajar dan relatif dapat terpenuhi. Proyek gas bumi yang akan onstream pada kuartal 2 tahun 2017 adalah WK Muara Bakau yang dikelola ENI.

Sebelumnya, Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada bulan Juni 2016 berdasarkan perhitungan Formula ICP mengalami penurunan dari US$ 44,68 per barel menjadi US$ 44,50 per barel atau turun US$ 0,18 per barel dari bulan Mei 2016.
Sementara ICP SLC Juni 2016 sebesar US$ 45,64 per barel atau turun sebesar US$ 3,82 per barel dari US$ 49,46 per barel pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Juni 2016 dibandingkan bulan Mei 2016 mengalami peningkatan.

Brent (ICE) naik  sebesar US$ 2,28 per barel  dari US$ 47,65 per barel menjadi US$ 49.93 per barel. Sementara  WTI (Nymex) naik sebesar US$ 2,06 per barel dari US$ 46,80 per barel menjadi US$ 48.85 per barel. Adapun  basket OPEC naik sebesar US$ 2,61 per barel dari US$ 43,21 per barel menjadi US$ 45.82 per barel.