Asuransi Mikro Tumbuh Pesat, Premi Naik 80%

59

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat asuransi mikro di Indonesia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan nilai premi asuransi mikro per triwulan I 2017 mencapai Rp 278,2 miliar.

Perolehan ini meningkat 80 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. “Sementara dari jumlah peserta asuransi mikro pada triwulan I 2017  tercatat sebanyak 19,4 juta peserta atau meningkat 20,2 persen dibanding triwulan I 2015,” ujar Direktur IKNB Syariah OJK, Moch. Muchlasin di Jakarta,Senin (10/7).

Sejak tahun 2013 jelasnya, OJK telah melaksanakan serangkaian program untuk mendorong pengembangan asuransi mikro, dengan fokus pada sejumlah kegiatan seperti meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai asuransi serta kapasitas pelaku usaha asuransi.

Selain itu, OJK juga mendorong perluasan saluran distribusi asuransi mikro. “Juga mendorong pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ulasnya.

Disamping itu, lembaga keuangan super body ini juga menerapkan pengaturan dan pengawasan yang mendukung pengembangan asuransi mikro.

Selain itu, bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain pembuatan grand design asuransi mikro, pembuatan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, training of trainer kepada saluran pemasaran potensial, survei, dan pelatihan bagi pelaku usaha.

Sebagai bagian upaya mempercepat perkembangan asuransi mikro di Indonesia, OJK bersama dengan World Bank dan asosiasi industri asuransi pada Senin ini menyelenggarakan kegiatan Pasar Asuransi Mikro Indonesia (PASMINA) 2017 di Jakarta dengan tema ““Enhancing Microinsurance to Support Economic Growth Through Stakeholders’ Synergy”. Kegiatan PASMINA 2017 ini sekaligus sebagai upaya kilas balik kegiatan pengembangan asuransi mikro yang sudah digagas mulai tahun 2013.

Accara Workshop akan dikhususkan untuk pelaku industri, guna mempertajam diskusi dan menindaklanjuti gagasan-gagasan yang berkembang dalam seminar internasional. Workshop ini akan dipandu oleh microinsurance expert dari World Bank, ILO, GIZ RFPI Asia dan Asosiasi Industri Asuransi.