Aturan Bea Masuk Biji Kakao Dihapus

85

JAKARTA-Masalah bea masuk impor biji kakao tampaknya mulai direvisi dari 5% menjadi 0%. Alasannya revisi   ini demi memenuhi kebutuhan biji kakao bagi industri pengolahan dalam negeri. ” Sektor industri pengolahan, saat ini sudah sukses besar, jadi produksinya (biji kakao dalam negeri) harus meningkat cepat,” kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Hidayat tak membantah adanya usulan membebaskan bea masuk impor biji kakao. Apalagi kebutuhan industri tak bisa ditunda-tunda lagi. “Kementerian Perdagangan yang mengusulkan itu,” ucapnya

Lebih jauhHidayat menilai, untuk memenuhi kebutuhan akan biji kakao ini, ada dua hal yang perlu dilakukan yaitu pertama, meminta Kementerian Pertanian membuat intensifikasi supaya produksi biji kakao dalam negeri meningkat. “Kedua, untuk mendapatkan biji kakao supaya lebih mudah dengan cara di 0%-kan (bea masuk),” tuturnya.

Mengenai usulan Kementerian Keuangan agar lebih baik menaikan bea keluar untuk mengurangi ekspor bijo kakao ke luar negeri dibandingkan membebaskan bea masuk biji kakao impor, Hidayat mengaku masih akan menghitung kembali mana yang lebih efektif agar kebutuhan biji kakao dalam negeri bisa terpenuhi. “Kalau ekspor biji kakao mentah kan sudah dikenakan bea keluar,” pungkasnya. **cea