Australia Buka Peluang Penerbangan Darwin-Labuan Bajo

47

LABUAN BAJO-Pemerintah Australia membuka peluang adanya penerbangan langsung Darwin-Labuan Bajo sebagai salah satu langkah kerjasama dalam bidang transportasi udara. Hal tersebut terungkap dalam rapat trilateral tiga negara masing-masing Indonesia, Australia dan Timor Leste yang berlangsung di Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Kamis (12/4).

“Pemerintah Australia serta Timor Leste telah merespon positif dan menyetujui adanya kerjasama sektor pengembangan transportasi udara Darwin -Labuan Bajo – Dili untuk kepentingan tiga negara,” ujar Kadis Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu kepada media ini, Kamis (12/4).

Menurut Adru, dalam rapat tiga negara itu para delegasi melihat adanya kesulitan transportasi dari Darwin dan harus ke Jakarta atau Denpasar baru ke wilayah propinsi NTT dengan menempuh penerbangan yang jauh dan melelahkan.

Tapi ketika adanya penerbangan dari Darwin ke Kupang atau Darwin Labuan Bajo lalu ke Dili maka akan lebih mudah dan menempuh perjalanan yang lebih dekat. Karena itu mereka merespon baik adanya penerbangan Darwin-Labuan Barjo-Dili ini.

Kendati demikian, dia mengakui membuka rute penerbangan langsung ini membutuhkan proses bertahap. Dan untuk mewujudkan ini maka perlu kerjasama dan dukungan dari semua pihak, terutama untuk pembebasan semua lahan milik warga disekitar Bandara Komodo Labuan Bajo.

“Pemerintah daerah harus terus melakukan pendekatan dengan warga pemilik lahan untuk ganti rugi lahan warga dengan harga yang sesuai dan wajar,” tuturnya.

Sementara untuk transportasi laut jelasnya, pelabuhan laut Labuan Bajo juga siap menerima kapal yeath milik wisatawan dari Australia. Apalagi, pekerjaan pelabuhan Marina diperkirakan akan berakhir September 2018 untuk menyambut kapal Cruise bagi delegasi peserta rapat IMF yang mengunjungi Labuan Bajo.

“Kita harapkan pekerjaan pelabuhan Marina tepat waktu dan bisa digunakan saat menyambut peserta IMF yang ke sini setelah rapat di Bali,” pungkasnya.