Bagaimana Wirausaha Sosial Menjalankan Bisnisnya untuk Memperoleh Keuntungan Finansial?

19
CEO & Co-founder Instellar, Romy Cahyadi; CEO MHomeCare, Angga Pramana Jaya; VP of Finance Amartha, Ramdhan Anggakaradibrata; dan CEO & Co-founder Wanderlust Indonesia, Dini Hajjarrahmah berbagi wawasan kesempatan bisnis terkini yang bisa didapatkan dalam area wirausaha sosial di acara DBS SME Academy pada hari Kamis (26/9/2019) di Jakarta.

JAKARTA-Berdasarkan Developing an Inclusive and Creative Economy – The State of Social Enterprise in Indonesia oleh British Council, pertumbuhan wirausaha sosial di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir, di mana jumlah wirausaha sosial baru meningkat lima kali lebih besar dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Wirausaha sosial sendiri adalah bisnis dengan menerapkan pendekatan yang praktis, inovatif, dan berkelanjutan untuk memberikan dampak positif pada masyarakat, biasanya bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi atau sosial.

Oleh karena itu sebagai institusi perbankan dengan wawasan bisnis dan industri terdepan yang terus berkomitmen untuk memajukan usaha kecil dan menengah (UKM) juga wirausaha sosial, Bank DBS Indonesia secara aktif menyelenggarakan DBS SME Academy, kurikulum dasar yang dapat membantu UKM dan wirausaha sosial dalam membangun kemampuan dasar berbisnis yang akan mempercepat langkah inovasi. DBS SME Academy kali ini fokus untuk memberikan wawasan kesempatan bisnis terkini yang bisa didapatkan dalam area wirausaha sosial.

Mengusung tema ‘Social Impact as a New Form to Generate Financial Gain’, DBS SME Academy yang juga didukung oleh HIPMI Jaya ini menghadirkan pembicara yang juga merupakan pelaku wirausaha sosial di berbagai bidang seperti kesehatan, keuangan hingga traveling. Para pembicara tersebut adalah CEO & Co-founder Instellar, Romy Cahyadi; CEO MHomeCare, Angga Pramana Jaya; VP of Finance Amartha, Ramdhan Anggakaradibrata, dan CEO & Co-founder Wanderlust Indonesia, Dini Hajjarrahmah.

Vice President Marketing and Branding PT Bank BS Indonesia, Capriana Natalia dan Director Bettr Barista, Jeanette, salah satu jaringan wirausaha sosial DBS Foundation dari Singapore pada acara DBS SME Academy bertajuk ‘Social Impact as a New Form to Generate Financial Gain’ pada hari Kamis (26/9/2019) di Jakarta.

Empat pembicara tersebut berbagi pengetahuan mengenai cara meningkatkan revenue wirausaha sosial sekaligus menciptakan dampak sosial yang dapat mendukung perekonomian Indonesia sebagai investasi di masa depan. Beberapa cara diantaranya adalah dengan menemukan celah pasar, memahami kebutuhan konsumen, menerima umpan balik dan memperbaiki produk serta aktif mengembangkan produk.

Selain itu, Bank DBS Indonesia juga menghadirkan Bettr Barista, salah satu wirausaha sosial binaan DBS Foundation dari Singapore sebagai bagian dari jaringan DBS Social Enterprise. Bettr Barista hadir dengan coffee booth mereka untuk menarik para peserta yang ingin mengikuti coffee training untuk bisnis F&B, calon franchisee potensial di luar Jakarta dan retail kedai kopi di perkantoran, serta calon investor yang tertarik dengan bisnis yang memberikan dampak sosial.

“Saat ini, tren wirausaha sosial dapat dilihat kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia sebesar 1,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), oleh karena itu sejalan dengan misi ‘Live more, Bank less’ kami ingin memungkinkan UKM dan wirausaha sosial Indonesia untuk terus tumbuh dengan memberikan dukungan yang salah satunya adalah melalui DBS SME Academy, selain itu kami juga baru-baru ini menggelar DBS Social Impact Prize, sebuah kompetisi untuk menemukan bisnis berkelanjutan yang terukur dan kreatif dari seluruh dunia. Melalui kegiatan-kegiatan ini dan didukung oleh perkembangan teknologi kami ingin mendorong anak muda Indonesia untuk menciptakan bisnis yang seimbang antara keuntungan bisnis dan dampak sosial yang dihasilkan,” ujar Direktur PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung.