Bahas Situasi Politik, PMKRI-PB PMII Bertemu MADN

Bahas Situasi Politik, PMKRI-PB PMII Bertemu MADN

0
BERBAGI
Alexader Bumbun (Bidang Pemuda & Mahasiswa MADN), Brittius Erik (Sekretaris DAD Provinsi Kalbar), Yakobus Kumi (Sekjen MADN), Aminuddin Ma'ruf (Ketua Umum PB PMII) dan Angelo Wake Kako (Ketua Umum PP PMKRI)

PONTIANAK-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bertemu dengan Pimpinan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) di Pontianak.

Mereka yang bertemu adalah, Sekjen MADN Drs Yakobus Kumis, Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma’ruf, Ketua Umum PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Angelo Wake Kako, Alexander Bumbun (Bidang Pemuda dan Mahasiswa MADN) dan Brittius Erik (Sekretaris Dewan Adat Dayak Propinsi Kalbar).

Pertemuan tersebut terjadi dalam Dialog dan Seruan Kebangsaan yang berlangsung di Kapuas Palace Hotel, Pontianak, Kamis (10/11).

Mereka membahas situasi politik, situasi keamanan dan sekaligus mencari jalan keluar terbaik untuk masa depan Jakarta dan Indonesia sebagaimana yang berkembang hingga sekarang ini. Ketiga organisasi ini juga memetakan langkah yang akan diambil jika terjadi situasi tidak kondusif di Jakarta dan daerah lain jika semua pihak bermain dalam bingkai penistaan agama.

PMII mengapresiasi atas kesediaan Majelis Adat Dayak  menerimta dan berdialog terkait dengan kondisi kebangsaan saat ini. “Kami ingin memastikan bahwa kondisi di daerah-daerah pada umumnya kondusif dan masih terjaga. Komitmen kebangsaan yang sudah menjadi kesepakatan para pendahulu kitaharus terus terjaga, agar keutuhan NKRI tetap terjaga. PMII pastikan para kadernya untuk terus membangun komunikasi dengan semua pihak dalam rangka menjaga kebhinekaan Indonesia,” ujar Aminuddin Ma’ruf.

“Saya juga telah meminta para kader dan anggota PMII seluruh Indonesia untuk benar-benar menyatukan NKRI dalam situasi seperti ini dan menghindari perbedaan. Jika mahasiswa tidak melindungi NKRI lalu siapa lagi yang akan melindungi – sementara banyak elit politik bermain berdasarkan kepentingannya semata,” ujar Aminuddin.

Sementara itu, Angelo Wake Kako menjelaskan, NKRI dan Pancasila sudah final. Jangan terprovokasi dengan situasi yang terjadi di Jakarta.

Menurut Ketua Umum PP PMKRI itu, kehadiran mereka di Pontianak dalam rangka mengajak semua elemen bangsa, khususnya yang ada di daerah-daerah untuk merapatkan barisan serta bersatu memupuk kembali semangat kebangsaan Indonesia yang jelas terkoyak dengan peristiwa Jakarta.

“Kepada Mahasiswa Katolik seluruh Indonesia yang tergabung dalam PMKRI ataupun tidak, disarankan untuk tidak pernah menyerah membangun simpul kebangsaan dengan pihak manapun demi NKRI. Justru di saat seperti ini, bangsa Indonesia terbuka matanya, siapa yang menerima Pancasia ataupun tidak. Pancasila merupakah landasan kehidupan berbangsa Indonesia dan itu sudah final. Semua rakyat harus bersatu mempertahankannya,” ujar Angelo.

Alexander Bumbun mengatakan bahwa pemuda dan mahasiswa MADN yang tersebar di seluruh Indonesia sudah diinstruksikan untuk menjaga Indonesia. Pemuda Jakarta, menurut Bumbun, tidak pernah paham seperti apa konflik horizontal dan efeknya seperti apa.  “Kami ini sangat menyadari tidak mudah membangun kepercayaan dalam situasi konflik horizontal. Kalau sudah terjadi konflik membangun kepercayaannya yang sulit. Dan di seluruh Indonesia, tidak ada satupun daerah lain yang pernah merasakan kengerian seperti di Kalbar saat konflik horizontal terjadi di antara masyarakat. Masyarakat Kalbar sangat mengerti apa artinya konflik horizontal dan akibatnya,” tegas Bumbun.

Oleh karena itu, itu Bumbun menyerukan, agar semua pemuda Indonesia apapun suku dan latarbelakangnya untuk kembali ke Sumpah Pemuda seperti saat para kakek nenek para aktivis sekarang mengucapkan sumpah setia mendirikan negara Indonesia.