Bahrain Dukung Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

47

JAKARTA–Kalangan DPR memberi apresiasi atas rencana dukungan Bahrain kepada Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2019 – 2020. Dukungan ini dinilai sangat positif bagi Indonesia dalam percaturan politik luar negeri. Apalagi dukungan Bahrain bisa membuat nama Indonesia di kancah internasional semakin diperhitungkan. “Saya mengucapkan terima kasih atas rencana dukungan Bahrain kepada Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 – 2020,” kata Ketua DPR RI Setya Novanto kepada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Apresiasi tersebut terkait kunjungan Ketua Parlemen Bahrain, Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla ke DPR RI pada Kamis (30/3/2017).

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, sebagai sesama negara muslim, Indonesia dan Bahrain, melalui forum-forum internasional, termasuk forum antar-parlemen, terus bekerja sama mempromosikan perdamaian di berbagai kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah. “Masalah terorisme dan gerakan kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, seperti ISIS, juga harus menjadi perhatian kita bersama. Indonesia dan Bahrain, bersama masyarakat internasional lainnya, akan terus bekerja sama mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.

Bagi Indonesia menurut Novanto, Bahrain merupakan negara sahabat di kawasan Teluk. Sejak dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Bahrain pada 1976, hubungan bilateral kedua negara terus berjalan baik. “Saya mencatat, pada tahun 2000, saat kunjungan Presiden RI ke-4, Bapak Abdurrahman Wahid ke Bahrain, kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Dalam kunjungan Ketua Parlemen Bahrain kali ini, DPR RI dan Parlemen Bahrain sepakat menandatangani MoU untuk saling meningkatkan kerja sama di berbagai bidang,” tambah Novanto.

Karena itu, DPR RI mendukung penuh berbagai upaya peningkatan kerja sama bilateral kedua negara, baik itu terkait bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Untuk kerja sama di bidang ekonomi, nilai perdagangan kedua negara pada tahun 2015 mencapai 76,156 juta US dollar. Tahun 2016 meningkat 101,411 juta US dollar. Nilai ini akan terus meningkat di tahun mendatang. Indonesia mendorong pengusaha Bahrain untuk berinvestasi di Indonesia. “Kerja sama sosial dan budaya juga akan ditingkatkan, terutama melalui aktivitas people to people contact, agar masyarakat kedua negara bisa lebih saling mengenal satu sama lain,” ungkapnya.

Terkait banyaknya tenaga kerja Indonesia di Bahrain, Novanto menyampaikan kepada Ketua Parlemen Bahrain untuk membantu memberikan perlindungan dan hal lain yang diperlukan.

Menjawab itu, Ahmed bin Ibrahim Rashed Almulla menyampaikan ungkapan terima kasih kepada warga Indonesia di Bahrain yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu proses pembangunan di Bahrain. Beliau menyampaikan bahwa Parlemen Bahrain memiliki komitmen yang kuat untuk melindungi hak-hak pekerja migran, termasuk pekerja dari Indonesia.

Bahrain sudah membentuk pusat pelayanan untuk membantu para pekerja tenaga asing. Selain itu, Parlemen Bahrain juga membuka diri bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk bekerjasama dan melakukan koordinasi melindungi tenaga kerja Indonesia di sana. ***