Bandara Miangas, Bentuk Perhatian Pemerintah Bangun Perbatasan

38

MANADO-Keberadaan Bandara Miangas di Sulawesi Utara salah satunya fungsinya menghilangkan keterisolasian pulau tersebut. Bandara ini mulai dibangun 2012 dengan menggunakan sumber dana APBN sebesar Rp 205 miliar. 

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya membangun wilayah perbatasan guna mewujudkan Indonesia Sentris dan memberantas terorisme serta illegal fishing. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia akan terus membangun infrastruktur di wilayah perbatasan seluruh Indonesia, seperti perbatasan di Nusa Tenggara Timur, perbatasan di Timor Leste, perbatasan di Papua Nugini, hingga perbatasan di Entikong.
“Sekali lagi kita ingin membangun di wilayah perbatasan, wilayah garis depan, wilayah yang ada di pinggir, tidak hanya di Pulau Miangas,” katanya saat mengunjungi Miangas, (19/10/2016).

Presiden menambahkan kesannya terhadap Pulau Miangas. “Inilah keadaan real Pulau Miangas yang menurut saya perlu perhatian. Perhatian yang lebih baik lagi. Yang pertama, bandaranya kan sudah tapi di sini kan juga memerlukan hal-hal yang lain,” ujar Presiden Joko Widodo.

Pulau Miangas memiliki penduduk sebanyak 800 jiwa. Namun demikian, mereka juga merupakan Warga Negara Indonesia yang perlu ditanamkan rasa cinta tanah air.”Saya kira kita ingin ada sebuah nasionalisme, kebanggaan dari masyarakat bahwa mereka adalah Warga Negara Indonesia yang masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Presiden Joko Widodo.

Dalam peninjauannya, Presiden Joko Widodo menemukan sejumlah permasalahan yang ada di Pulau Miangas. Salah satunya adalah harga bahan bakar minyak (BBM) yang cukup tinggi, padahal sebagian besar penduduk Pulau Miangas memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. “BBM sering terlambat di sini yang menyebabkan harga sampai Rp. 20-30 ribu per liter,” imbuhnya.

Bandara Miangas mulai dibangun sejak tahun 2012 untuk menghilangkan keterisolasian Pulau Miangas yang terletak paling utara di wilayah Indonesia. 

Pembangunan Bandar Udara Miangas dilaksanakan dengan menggunakan sumber dana APBN sebesar Rp 205 miliar. 
“Bandar Udara Miangas memiliki gedung terminal seluas 356 meter persegi yang dapat menampung 25 penumpang pada waktu sibuk,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Bambang S. Ervan dalam keterangan tertulis, Rabu (19/10/2016).

Meski memiliki ukuran yang relatif kecil, namun bandara ini punya pemandangan yang sangat cantik. Langsung berbatasan dengan laut, paduan pasir putih, aspal landasan pacu yang hitam, hijaunya hutan di sekitar bandara dan birunya laut memberi pemandangan cantik yang memanjakan mata ketika bandara ini dilihat dari atas peasawat.

Bandar Udara Miangas memiliki panjang landasan pacu (runway) sepanjang 1.400 m x 30 m yang dapat didarati pesawat sejenis ATR-72. 

Selain itu, bandar udara tersebut dilengkapi 
runway strip 1.400m x 150m dan apron 130m x 65m yang mampu menumpang 3 unit pesawat.

Bandar Udara Miangas mampu melayani pesawat jenis ATS dengan kemampuan mengangkut 70 penumpang. ***