Bang Teguh: Sejarah Perlihatkan Fasisme akan Tumbang

Bang Teguh: Sejarah Perlihatkan Fasisme akan Tumbang

0
BERBAGI
Calon Gubernur DKI Jakarta, Teguh Santosa

BANDUNG- Pemerintahan yang kerap menekan dan menindas rakyat pada saatnya akan tumbang dilawan rakyat.  Karena esensi pemerintahan adalah melayani dan melindungi rakyat.  “Kita menyaksikan dalam sejarah bagaimana pemerintahan yang tidak berpihak pada rakyat dan hanya melayani nafsunya sendiri pada akhirnya tumbang. Ini hukum besi,” ujar Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) Teguh Santosa  ketika berbicara di depan mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Jawa Barat, Rabu siang (4/5).

Teguh diundang Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Hima IP) Unpad untuk memberikan kuliah umum mengenai peluang kerja bagi lulusan Jurusan Ilmu Pemerintahan.

Teguh  mengaku, dengan kekuasaan yang dimilikinya, untuk masa waktu tertentu pemerintahan yang tidak pro rakyat dapat menutupi watak aslinya. Misalnya, dengan  membangun citra bahwa ia adalah pemerintahan yang populer. Namun  politik pencitraan tidak akan bertahan lama.  Sebab, cepat atau lambat topeng rezim anti rakyat akan terbuka. “Dan mata rakyat pada akhirnya akan terbuka,” kata alumni Ilmu Pemerintahan Unpad itu.

Bang Teguh, demikian calon Gubernur DKI ini disapa  juga mengatakan, sejarah memperlihatkan bahwa politik pencitraan adalah metode yang selalu digunakan oleh rezim fasis dan otoriter.  “Mereka bisa bertahan karena menguasai informasi dan ruang publik. Kalau dulu dengan menguasai media massa, sekarang mungkin dengan menguasai sosial media yang sedang naik daun,” terangnya.

Sebelum memulai karier sebagai wartawan profesional, Teguh menuntut ilmu di Jurusan Ilmu Pemerintahan Unpad selama enam tahun dari tahun 1994 hingga 2000.

Menurutnya, alumni Jurusan Ilmu Pemerintahan dibekali pisau analisa yang dapat digunakan untuk membedah sistem politik dan pemerintahan pada semua level, baik lokal maupun nasional. Metodelogi llmu Pemerintahan juga dapat digunakan untuk memahami watak negara-negara dalam percaturan politik global. “Ilmu Pemerintahan yang saya pelajari bermanfaat dalam karier saya sebagai wartawan profesional, sehingga dalam waktu singkat saya dipercaya meliput konflik di berbagai kawasan,” kata Teguh yang kini menjabat sebagai Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Teguh dalam kesempatan itu menceritakan pengalamannya meliput konflik di Asia Tengah, Timur Tengah, dan Asia Timur.

Alumni University of Hawaii at Manoa (UHM) itu juga menceritakan bagaimana dia mempelajari konflik di Sahara Barat yang membuat dirinya dua kali diundang bicara sebagai petisioner di Komisi IV PBB di New York.

Selain itu, dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan London School of Public Relations (LSPR) Jakarta itu kini tengah mengikuti proses penjaringan calon gubernur DKI Jakarta.

Usai kuliah umum, Presiden Hima IP Unpad Danu Yanuar Saputra mengatakan penjelasan Teguh bermanfaat dan menambah semangat mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unpad.  “Penjelasan Kang Teguh menambah semangat kami. Kami beruntung karena dia bersedia membagi pengalamannya yang luar biasa,” ujar Danu.

“Kami senang melihat banyak alumni yang punya kiprah bagus seperti Kang Teguh. Semoga ini menginsprasi kami semua,” demikian kata mahasiswa angkatan 2013 ini.