Bangun Jembatan di Gunungpati, MAMI Salurkan Dana Purifikasi Rp 364 Juta

69
Presiden Direktur PT MAMI) (tengah dan Yuli Pujihardi - Direktur Utama Dompet Dhuafa (dua dari kiri), saat seremonial peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Gunungpati, Semarang, Kamis (11/5)

JAKARTA- Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Gunungpati, Semarang.  Jembatan ini akan menghubungkan Desa Bantardowo di kecamatan Gunungpati dengan Desa Srondol di kecamatan Banyumanik, Semarang.

Pembangunan jembatan ini menghabiskan biaya sejumlah lebih dari Rp 364 juta yang dibiayai dari dana purifikasi, yang berasal dari hasil pembersihan dana kelolaan portofolio reksa dana Manulife Syariah Sektoral Amanah. “Penyaluran dana purifikasi ini merupakan wujud komitmen MAMI untuk senantiasa memenuhi aturan-aturan yang berlaku dalam seluruh aktivitas bisnisnya, khususnya terkait produk reksa dana syariah. Dalam pengelolaan reksa dana syariah, terdapat kemungkinan adanya pendapatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Tetapi investor tidak perlu khawatir, karena pendapatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah tersebut akan dikeluarkan dari portofolio reksa dana dan disalurkan serta digunakan untuk kepentingan umum,” ujarnya.

 

“Untuk program penyaluran dana purifikasi ini kami bekerja sama dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika (Dompet Dhuafa). Pengalaman Dompet Dhuafa selama lebih dari 20 tahun di filantropi Islam sangat membantu kami dalam menyalurkan dana purifikasi ini ke pihak yang tepat,” imbuhnya.

Dompet Dhuafa bertugas menyeleksi dan mengajukan beberapa alternatif wilayah yang tepat untuk menerima dana purifikasi. Untuk kali ini, bantuan menyasar ke masyarakat Gunungpati, Semarang.  Proyek pembangunan jembatan sepanjang 30 meter ini mulai dilaksanakan sejak awal Mei 2017 dan rencananya akan selesai dalam dua bulan.

Sementara itu, Direktur Utama Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi, mengatakan, kondisi jembatan yang dibangun oleh warga sejak tahun 2000 ini sudah banyak yang rusak dan rawan untuk dilintasi. Kondisi kayu pada jembatan sudah banyak yang keropos dan patah.  “Kami juga menemui tiang penyangga jembatan yang patah. Kondisi fondasi jembatan juga rusak parah akibat terkikis arus deras saat banjir.  Padahal, keberadaan jembatan ini sangat penting bagi warga untuk menuju sekolah, kampus, tempat kerja, dan tempat aktivitas lainnya,” tuturnya.

“Ini bukan pertama kalinya MAMI menyalurkan dana purifikasi reksa dana Manulife Syariah Sektoral Amanah (MSSA).  Di tahun 2016 lalu, MAMI juga telah menyalurkan dana purifikasi MSSA sebesar lebih dari Rp 612 juta untuk merenovasi SDN 02 Jampang di Gunung Sindur, Bogor dan membiayai program beasiswa Ahli Syariah Pasar Modal,” ujar Legowo.

Saat ini, MAMI mengelola dua produk reksa dana syariah jenis saham, yaitu MSSA, yang ditawarkan sejak tahun 2009, dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS, reksa dana syariah offshore pertama di Indonesia, yang diluncurkan 15 Februari 2016 lalu.  Besok (12/5) MAMI akan meluncurkan reksa dana Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI), reksa dana syariah pertama di Indonesia yang membagikan dividen bagi para investornya.  Reksa dana pendapatan tetap ini akan ditawarkan ke masyarakat dengan minimum pembelian awal Rp 10 ribu.