Bank Asing Tak Selalu Sehat

92

darmin-nasution1JAKARTA-Kiprah bank-bank asing di Indonesia diakui memiliki dampak positif. Namun harus diakui pula ada dampak negatifnya. Hal ini terkait dengan dampak krisis yang melanda Amerika Serikat dan Eropa. “Kedudukan bank asing itu punya dampak positif dan negatifnya, jadi jangan ditonjolkan negatifnya secara berlebihan,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution di Jakarta, Jumat,25/1/2013.

Menurut Darmin, krisis di AS dan Eropa memang menimbulkan kekhawatiran akan memberikan dampak terhadap kondisi bank asing di tanah air. “Memang itu dulu gambarannya, bank asing pasti sehat dan selamat. Ternyata setelah krisis kemarin, ada yang tidak selamat, ada yang tidak sehat,” tambahnya.

Padahal, lanjutnya, jika terjadi apa-apa di kantor pusat bank asing dampaknya tidak begitu besar bagi mereka, namun bagi Indonesia dampaknya besar. Kedudukan bank asing di setiap negara memiliki perbedaan pengaturan. “Ada negara yang mewajibkan buka bank asing harus berbadan hukum nasional, ada juga negara yang membolehkan pakai kantor cabang,” ujarnya.

Mantan Dirjen Pajak ini menjelaskan saat ini pengaturan tentang kedudukan bank asing sendiri masih dalam proses pembahasan.

Sebelumnya Komisaris Bank Permata, Tony Prasetiantono mengatakan ada perbedaan perlakuan antara bank asing di Indonesia dengan bank nasional di negara lain. “BI terlalu sopan pada bank asing jadi harus didorong untuk mulai tidak sopan,” katanya

Bank asing yang berbentuk anak perusahaan, kata Toni lagi, dapat bermanfaat bagi ekonomi Indonesia. Dengan syarat adanya modal untuk mendirikan bank di Indonesia maka akan ada aliran dana ke dalam negeri. Dana valas yang masuk dapat membantu menyeimbangkan nilai tukar rupiah.

Selain itu, Tony menilai kebijakan kepemilikan investor asing di bank hingga 99 persen saham perlu ditinjau ulang. Kebijakan tersebut dinilainya relevan di masa krisis. Namun, saat kondisi ekonomi Indonesia stabil, kepemilikan asing dapat dipertimbangkan lagi. “Untuk menjaga iklim investasi, kebijakan yang mengatur kepemilikan asing jangan berlaku surut,” pungkasnya. **can