Bank Danamon Raih Laba Bersih Rp 4 Triliun

47

JAKARTA-PT Bank Danamon Indonesia Tbk  berhasil meraih laba bersih setelah pajak konsolidasi (NPAT) sebesar Rp 4,01 triliun untuk tahun 2012, yang merupakan peningkatan 22% dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak untuk tahun 2011, sebesar Rp 3,29 triliun. Peningkatan NPAT ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat di segmen-segmen mass market, usaha kecil menengah (UKM) dan  Komersial. Sementara itu, giro dan tabungan (Current and savings account/ CASA) membukukan pertumbuhan sebesar 18% dan biaya dana turun menjadi 4,7% pada akhir tahun 2012. Selain itu, rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income) mengalami penurunan menjadi 50,8% dari 51,8% pada tahun 2011. “Pada tahun 2012, iklim perekonomian Indonesia tetap kondusif, disebabkan oleh kuatnya permintaan dalam negeri yang mampu menepis dampak dari penurunan perekonomian global. Hal ini memungkinkan industri perbankan Indonesia untuk menjaga pertumbuhan yang positif, dan Danamon adalah salah satu yang mendapatkan manfaat dari kondisi ini, seperti yang tercermin dalam kinerja tahun 2012 kami,” kata Presiden Direktur Danamon Henry Ho di Jakarta, Senin (18/2).

Menurut dia, total kredit Danamon pada akhir tahun 2012 mencapai Rp 116,4 triliun atau tumbuh sebesar 14% dari Rp101,7 triliun pada akhir tahun 2011. Dari total kredit Danamon (standalone), 66% merupakan kredit untuk sektor produktif. Kredit pada segmen mass market, yang mencakup 57% dari total portofolio kredit Danamon, mencatatkan pertumbuhan sebesar 11% menjadi Rp 66,1 triliun. Kredit mass market mencakup kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market) dan Solusi Emas Syariah, yang merupakan pembiayaan syariah beragun emas.

Sementara itu, total pendanaan Danamon tumbuh 3% menjadi Rp107,6 triliun pada tahun 2012 yang didukung oleh pertumbuhan pesat pada layanan giro dan tabungan (CASA), yang tumbuh sebesar 18% menjadi Rp 43 triliun. Giro tumbuh sebesar 22% menjadi Rp 15,9 triliun dan tabungan tumbuh sebesar 16% menjadi Rp 27,3 triliun. Sementara itu, deposito turun 6% menjadi Rp48,6 triliun. “Pertumbuhan pada CASA dan penurunan pada deposito merupakan bagian dari strategi pendanaan untuk mengurangi dana mahal. Selain itu, biaya dana turun menjadi 4,7% dari 5,6% pada tahun 2011,” tambah Vera Eve Lim.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasian naik dari 17,6% pada tahun sebelumnya menjadi 18,9% pada akhir tahun 2012. Rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio) turun menjadi 100,6% dari 103,5% pada kuartal ketiga tahun 2012. Sementara itu, Rasio kredit terhadap total pendanaan, yang memperhitungkan dana jangka panjang, berada pada posisi 89,2% dibandingkan 86% pada tahun 2011.