Bank Jangan Nafsu Naikan Bunga Simpanan

40

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mendesak industri perbankan menahan kenaikkan suku bunga simpanan. Hal ini tentu akan mendorong pula kenaikkan bunga kredit. Meski demikian beberapa bank sudah menaikannya. “Baru beberapa bank saja yang menaikan suku bunganya. Belum semua kan. Ya itu sebetulnya sesuatu yang tak perlu terjadi,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Jakarta, Senin (27/5).

Menurut Perry, kenaikan suku bunga simpanan di sejumlah perbankan terkait dengan persoalan likuiditas. Bank-bank tersebut mengalami keterbatasan likuiditas sehingga menaikkan bunga dari tabungan, giro, dan deposito. Kenaikan bunga dana dari simpanan masyrakat itu menyebabkan terjadinya peningkatan biaya dana (cost of fund). Imbasnya, bank-bank harus menaikkan suku bunga kreditnya.

Selain itu, sambung Perry lagi, sejumlah bank juga telah terlebih dahulu merespon lonjakan inflasi. Hal ini terjadi sebagai akibat ekspektasi kenaikan harga BBM bersubsidi.

Sesuai APBN-Perubahan 2013 yang tengah dibahas di DPR, pemerintah menetapkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp2.000/liter untuk premium, dan Rp1.000/liter untuk solar. Apabila kenaikan itu terealisasi, inflasi diperkirakan akan mencapai di atas 7,5%, melampaui target maksimum BI yakni 5,5%. “Sebetulnya ya mereka merespon nanti kalau ada kenaikan inflasi. Kebijakan bbmnya kan masih didiskusikan antara pemerintah dengan DPR,” pungkasnya. **cea