Bank Mandiri Alokasikan Capex 130 Juta Dollar AS

95

JAKARTA-Bank Mandiri mengalokasikan belanja modalnya (capex) sebesar 130 juta  dollar Amerika Serikat (AS) untuk Informasi Techlogy (IT). Peningkatan dana capek setiap tahunnya tersebut guna mendukung perseroan dalam mengembangkan bisnisnya.  “Capex tersebut hanya untuk IT saja pada tahun 2013 ini,” ujar   Direktur Keuangan Bank Mandiri, Pahala N. Mansuri saat acara briefing media CFO Forum 2013 di Plaza Mandiri, Jakarta (15/413).
Menurut dia, pengembangan TI juga menjadi kebutuhan bank untuk menggarap sektor korporasi. Apalagi, kata dia Bank Mandiri, , telah mengembangkan antara lain transaksi Internet dan mobile banking untuk mempermudah transaksi nasabah. “Setiap tahunnya pertumbuhan Capex Bank Mandiri untuk IT meningkat sebesar 19,7 persen. Sedangkan dana capex non IT tumbuh 40,4 persen per tahunnya. Dengan anggaran capex sebesar itu, Bank Mandiri berharap dapat meningkatkan bisnis baru,” jelas dia.

 Sementara itu Direktur Corporate Banking, Fransisca Nelwan Monk juga mengungkapkan, dengan adanya inovasi di bidang teknologi para nasabah dinilainya akan lebih efisien dalam melakukan transaksi. “Pada pertumbuhan IT itukan sangat penting untuk efisiensi. Dengan adanya peningkatan ini diharapkan nasabah bisa  memanfaatkan teknologi saat transaksi,” tutup Fransisca.

Lebih lanjut, Pahala mengatakan Bank Mandiri akan selenggarakan Chief Finacial Officer (CFO) forum 2013 pada Senin 22 April 2013 di Hotel Rizt Calton Pasific Place. Acara yang bertemakan Investing fo Innovation tersebut mempertemukan para CFO dari berbagai sektor industri. Hal tersebut guna berdiskusi tentang peningkatan daya saing melalui investasi di bidang inovasi. “Untuk menghadapi persaingan, para CFO sangat perlu memperhitungkan pentingnya inovasi dalam memenangi persaingan, terlebih saat ini ekonomi dunia makin terintegrasi dan beralih ke kawasan timur, khususnya di negara Asia,” imbuh dia.

Pahala menjelaskan, saat ini Indonesia sedang mengalami penurunan indeks daya saing global yang awalnya menduduki peringkat 46 di 2011, menjadi ke 55 pada 2012. “Ini untuk meningkatkan kembali posisi Indonesia, maka dari itu sangat diperlukan inovasi dan ini sebagai langkah yang penting,” ucap Pahala.

Sementara itu, Kepala Ekonomi Bank Mandiri, Destri Damayanty mengaku CFO Forum 2013 memiliki makna stretegis.  Karena ajang ini memberi kesempatan kepada CFO untuk berkomunikasi dalam melakukan terobosan yang signifikan dan pastinya bisa menemukan solusi dalam memperbaiki sisi investasi di Indonesia. “Meskipun saat ini Indonesia menjadi hotspot negara tujuan berinvestasi, namun masih memiliki kelemahan. Sehingga dalam acara ini, kita bisa mengetahui kelemahan dan memperbaikinya dan akan lebih banyak investasi yang masuk,” tutup Destry.