Bank Mutiara Terus Ditawar Investor

38

JAKARTA-Bank Mutiara tidak pernah sepi dari lirikan Investor. Hingga 2013, sudah ada tiga investor yang menawar untuk membeli eks Bank Century ini. Namun sayangnya pihak Bank Mutiara masih merahasiakan calon investor tersebut. “Kami belum mengetahui tiga investor tersebut berasal dari lokal atau asing,” kata Direktur Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Mirza Mochtar di Jakarta,Rabu,(10/4).

Lebih lanjut Mirza menambahkan hingga kini LPS terus melakukan penjaringan calon investor hingga 15 Mei 2013. Bagi investor yang berminat bisa menyampaikan ketertarikannya pada penasihat keuangan LPS, yaitu Danareksa Securities.

Seperti diketahui, penawaran Bank Mutiara oleh LPS pada tahun ini merupakan penawaran yang ketiga kali. Sebelumnya, rencana penjualan saham bank ini selalu gagal karena tidak ada investor yang lulus verifikasi meski setiap penawaran selalu diikuti tiga investor.

Berdasarkan catatan BI, laba Bank Mutiara pada tahun 2012 turun 5,9 % dari tahun sebelumnya menjadi Rp 273,68 miliar. Penurunan laba ini akibat tingginya beban operasional dibandingkan pendapatan operasional.

Beban tersebut berasal dari kerugian penjualan aset, kerugian transaksi spot dan derivatif yang direalisasikan dan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Selain itu, beban tenaga kerja dan beban promosinya meningkat. “Beban kami naik karena adanya perbaikan recovery aset dari kredit macet masa lalu,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara, Rohan Hafas.

Rohan menambahkan Bank Mutiara berencana menurunkan beban tahun ini  dengan cara memperbesar dana murah dan strategi meningkatkan infrastruktur. Seperti, kerja sama jaringan ATM di Prima dan Bersama, serta mengembangkan mobile banking dan internet banking.

Tahun lalu, dana murah berupa giro dan tabungan Bank Mutiara tumbuh lebih tinggi dibandingkan dana mahal seperti deposito. Giro naik 125 % menjadi Rp 1,23 triliun dan tabungan naik 47 % menjadi Rp 781 miliar. Sedangkan deposito hanya naik 13 % menjadi Rp 11,44 triliun. Tahun ini Bank Mutiara membidik pertumbuhan DPK dan kredit masing-masing 25 %.  **can