Bank Wakaf Mikro Jadi Solusi Penyediaan Permodalan

9
Presiden Jokowi berdialog dengan warga saat peluncuran Bank Wakaf Mikro, di Ponpes Mawaridussalam, Desa Tumpatan Nibung, Kec. Batang Kuis, Deli Serdang,

DELI SERDANG- Presiden Joko Widodo mengatakan, pendirian Bank Wakaf Mikro merupakan terobosan baru dalam meningkatkan partisipasi masyarakat yang memiliki pendapatan lebih, untuk bisa mendonasikan sebagian hartanya membantu masyarakat yang tidak mampu. Karenanya, diharaplan keberadaan Bank Wakaf Mikro dapat menjadi solusi dalam menyediakan permodalan bagi masyarakat menengah ke bawah yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.

“Saya mendukung upaya yang dilakukan oleh OJK untuk mendampingi pengembangan lembaga keuangan mikro, dalam hal ini berbentuk Bank Wakaf Mikro di seluruh penjuru negeri,” ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat meluncurkan program Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren Mawaridussalam di Deli Serdang, Senin, (8/10).

Peluncuran program Bank Wakaf Mikro tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden di Sumatera Utara, antara lain, pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional, Dies Natalis ke 66 USU, dan Kegiatan Budaya Adat Melayu di Medan, Sumatera Utara.

Acara peluncuran program Bank Wakaf Mikro ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Ibu Negara Indonesia, Sekretaris Kabinet, Gubernur Sumatera Utara, Bupati Deli Serdang, pimpinan pondok pesantren, alim ulama, pimpinan industri jasa keuangan, tokoh masyarakat, santri dan masyarakat sekitar.

Adanya program Bank Wakaf Mikro tersebut diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat di daerah Pondok Pesantren Mawaridussalam dan sekitarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren Mawaridussalam merupakan Bank Wakaf Mikro pertama yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia di Sumatera Utara dan Bank Wakaf Mikro ke-33 yang beroperasi di seluruh Indonesia.

“Perhatian dan dukungan Bapak Presiden dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat, melalui pengembangan Bank Wakaf Mikro, telah memberikan motivasi dan penyemangat lebih bagi kami untuk terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan mikro yang belum terjangkau akses keuangan formal,” ujar Wimboh Santoso.

Saat ini, OJK sedang mengembangkan inovasi baru dalam pengembangan Bank wakaf Mikro, yakni pembiayaan Bank Wakaf Mikro untuk klaster utama mikro, uji cobanya dilakukan kepada lebih dari 2.000 pembatik di Yogyakarta.

Selain itu, juga kerjasama Bank Wakaf Mikro denga Bumdes dalam pemasaran produk-produk nasabah Bank Wakaf Mikro. Hal ini akan diuji coba melalui kerjasama dengan Pemerintah Bondowoso.

“Dan pendirian Bank Wakaf Mikro dengan basis kerjasama dengan Pemerintah Bondowoso dan dengan komunitas serta perguruan tinggi,” jelasnya.

Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren Mawaridussalam berlokasi di Jalan Peringgan, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pondok pesantren ini memiliki potensi pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang cukup besar.

Pasalnya, terdapat masyarakat yang berprofesi sebagai petani, pedagang kecil dan kuli bangunan di daerah tersebut. Selain itu, pondok pesantren ini juga berlokasi dekat dengan Bandara Internasional Kuala Namu, yang dapat menjadi akses dalam membantu pengembangan ekonomi dan usaha masyarakat sekitar pesantren.

Skema pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3.000.000 dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3% per tahun.

Dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pendampingan bagi kelompok. Sampai September 2018, OJK telah memfasilitasi 32 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di 21 wilayah.

Bank Wakaf Mikro tersebut telah menyalurkan pembiayaan kepada 6.764 orang nasabah, dengan total pembiayaan sebesar Rp 7,51 miliar.