Banser Tak Takut Ancaman ISIS

39

JAKARTA —Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nurruzaman menegaskan tidak takut terhadap ancaman yang mengatasnamakan ISIS, menyusul pemasangan bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/7/2017) lalu itu. “GP Ansor dan Banser tidak takut terhadap ancaman ISIS. Tidak ada satu pun yang perlu ditakutkan karena kita berada di jalan yang benar. Tapi. kami tetap waspada. Ansor akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan mendukung langkah aparat kepolisian dalam menindak pelaku teror,” tegas Nurruzaman pada wartawan di Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Menurut Nurruzaman, GP Ansor tetap konsisten menolak faham khilafah islamiyah/daulah islamiyah. Sebab, bagi Ansor, NKRI dan Pancasila sudah final, sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi. “Sekali lagi kami sampaikan, GP Ansor tidak takut dengan ancaman ISIS. Bagi Ansor ini adalah resiko perjuangan untuk mempertahankan NKRI. Bagi kami, apabila kami mati dalam mempertahankan NKRI, maka kami mati dalam keadaan syahid,” kata Nurruzaman, yang juga pengamat terorisme ini.

Seperti diketahui, selain memasang bendera ISIS di kantor Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pelaku juga menuliskan pesan bernada ancaman di atas kertas karton berwarna kuning ditujukan kepada Ansor dan Banser selain polisi, TNI, dan Densus. “Banser dijadikan target selain TNI, polisi, Densus karena Ansor dan Banser lah yang sampai saat ini konsisten menjaga NKRI dan Pancasila. Bagi ISIS, yang menolak khilafah islamiyah/daulah islamiyah adalah murtad maka wajib diperangi. Karena Ansor – Banser menolak kilafah, maka dianggap murtad atau bahasa mereka sohwat. Hukumnya wajib diperangi,” kata Nurruzaman.

Namun, Nurruzaman mempertanyakan ancaman yang ditujukan kepada Banser karena sebenarnya siapa pun yang menolak khilafah islamiyah/daulah islamiyah adalah murtad menurut ISIS.
“Yang menolak khilafah adalah mayoritas masyarakat Indonesia, jadi mayoritas penduduk Indonesia murtad, kafir, dong. Bagaimana bisa begitu,” tambahnya mempertanyakan.

GP Ansor menduga apa yang terjadi di Polsek Kebayoran Lama bukan tindakan yang dilakukan ISIS, tapi kelompok lain yang sengaja mencari momentum untuk menyerang polisi.
“Apa yang terjadi ini bukan cara-cara ISIS, kalau ISIS saya menduga Polseknya sudah diserang. Mungkin saja simpatisan ISIS atau juga bisa kelompok lain yang sengaja memperkeruh keadaan setelah akhir-akhir ini terjadi penyerangan kepada aparat kepolisian,” pungkasnya. ***