Bareksa Jadi Online Marketplace Non-Bank Pertama Yang Pasarkan Reksa Dana Dolar

55
ILustrasi

JAKARTA-Merespon kebutuhan masyarakat yang ingin berinvestasi di reksa dana berdenominasi dolar AS melalui online marketplace, Bareksa menghadirkan reksa dana Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) mulai 27 Agustus 2018. Langkah ini merupakan sebuah terobosan baru dan untuk pertama kalinya di online marketplace non-bank.

“Inovasi ini kami lakukan untuk memberikan solusi investasi yang menarik bagi masyarakat pemilik mata uang dolar AS. Ada banyak juga masyarakat Indonesia yang memiliki mata uang dolar AS, seperti lawyer, konsultan perusahaan asing, dan juga para pekerja di luar negeri. Selain itu ada investor luar negeri yang bisa dijangkau. Banyak diantara mereka yang menginginkan alternatif investasi dalam mata uang dolar AS. Segmen ini yang akan menjadi target investor reksa dana berdenominasi dolar AS,” kata Ady Pangerang, Direktur Utama PT Bareksa Portal Investasi.

Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Legowo Kusumonegoro, mengaku senang sekali bisa memberikan solusi investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan para nasabah Bareksa. Saat ini MAMI mengelola tiga reksa dana berdenominasi dolar AS. Ketiganya akan tersedia di Bareksa.

“Pada tahap pertama, mulai hari ini, 27 Agustus 2018, investor sudah dapat membeli reksa dana Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) melalui Bareksa. Pada tahap selanjutnya, dalam waktu dekat, investor juga dapat membeli reksa dana Manulife Greater Indonesia Fund (MGIF) dan Manulife USD Fixed Income (MANUFIX) melalui Bareksa,” terangnya.

MANSYAF merupakan reksa dana saham berdenominasi dolar AS yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah dan menawarkan diversifikasi portofolio dengan berinvestasi di delapan negara yang ada di kawasan Asia Pasifik. Hingga akhir Juli 2018, jumlah dana kelolaan reksa dana MANSYAF telah mencapai USD 451,81 juta. Di akhir Juli 2018, reksa dana MANSYAF memberikan imbal hasil investasi sebesar 1,83% dalam periode 1 bulan