BCA Janji Turunkan Bunga Kartu Kredit

47

Jakarta—Kalangan perbankan swasta menegaskan segera akan menurunkan bunga kartu kreditnya. Hal ini karena Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI) No.14/34/DASP terkait patokan bunga kartu kredit maksimal di level 2,95 % berlaku efekti Januari 2013. “Bunga kartu kredit akan segera diturunkan sesuai dengan aturan,” kata Direktur Consumer Banking BCA, Henry Hoenaifi di Jakarta,Senin, 10/12/2012.
Menurut Henry, BCA sendiri tak keberatan dengan aturan BI tersebut. Bahkan mendukung rencana penurunan bunga tersebut. “Kami mendukung apa yang diputuskan BI,” tegasnya
Diakui Henry, penurunan bunga kartu kredit itu bisa berpengaruh pada kinerja perusahaan. Namun penurunan itu masih dianggap dalam batas wajar. Karena mayoritas kartu kredit BCA memiliki suku bunga pada kisaran 3,25 %. “Jelas bisa berpengaruh,” ucapnya singkat.
Namun seberapa besar pengaruhnya, Henry belum bisa menjelaskan. Meski penurunan sekitar 30 basis poin masih dirasa wajar. “Kami belum menghitung berapanya,” tandasnya
Berdasarkan catatan, sekitar 27 November 2012 lalu BI mengeluarkan SE No.14/34/DASP perihal batas maksimum suku bunga kartu kredit yaitu sebesar 2,95 % per bulan atau 35,4 % per tahun. Batasan maksimum ini berlaku untuk transaksi pembelanjaan ataupun transaksi tarik tunai.
Sebelumnya, General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Dodit Wiweko Probojakti mengungkapkan perilaku belanja masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan kartu kredit ketimbang ketimbang untuk membayar pajak. “Perilaku berbelanja di Indonesia itu mirip dengan Thailand dan Malaysia, yang masih suka berbelanja dengan kartu kredit,” katanya
Mantan Ketua Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) ini menambahkan perilaku konsumen di Indonesia ini sebenarnya memakai kartu kredit hanya untuk membayar tagihan bulanan maupun pembelian barang dengan cara mencicil (installment). Sementara masyarakat di negara maju justru memakai kartu debit dengan fungsi yang sama. “Jelas ini fungsi kartu yang sama namun dengan kartu yang berbeda,” tambahnya.
Padahal dengan pemakaian kartu debit ini, nasabah tidak akan dikenakan biaya apapun. Hal ini berbeda dengan pemakaian kartu kredit yang ada biaya tahunan maupun biaya cicilan barangnya.
Menurut Dodit, pemakaian kartu kredit untuk berbelanja ini memang sah-sah saja dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi perekonomian Indonesia saat ini sedang tumbuh bagus. “Bila di luar negeri kan sebaliknya. Bunga simpanan saja sudah nyaris nol %. Bila ada beban bunga kartu kredit, maka beban bunga akan bertambah,” tambahnya.
Sekadar catatan, nilai transaksi kartu kredit industri saat ini sudah mencapai Rp 17,5 triliun sebulan. Sementara nilai transaksi kartu debit baru mencapai Rp 6 triliun sebulan. “Pemakaian kartu debit di Indonesia masih rendah, cuma sepertiga dari pemakaian kartu kredit di Indonesia,” pungkasnya. **can