Bekraf Luncurkan Aplikasi Seluler Info HKI

Bekraf Luncurkan Aplikasi Seluler Info HKI

71
0
BERBAGI
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf saat meluncurkan aplikasi BIIMA di The Hall Senayan City, Jakarta, Rabu (24/2)

JAKARTA-Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan aplikasi seluler tentang informasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dijuluki Bekraf’s IPR Intellectual Property Rights Info in Mobile Apps (BIIMA) pada ajang Social Media Week 2016. Aplikasi BIIMA dikembangkan untuk mendukung kerja kreatif dalam konteks HKI yang perolehannya dapat meningkatkan nilai ekonomis sebuah produk kreatif. “Aplikasi BIIMA ini ditujukan bagi masyarakat luas, secara khusus bagi para pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan kemudahan akses informasi tentang HKI melalui gawai yang digunakan sehari-hari,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf di The Hall Senayan City, Jakarta, Rabu (24/2).

Dia berharap aplikasi ini membantu masyarakat memiliki pengetahuan yang baik seputar HKI, dari cara bagaimana melindungi jenis HKI, hingga bagaimana mengajukannya agar meningkatkan nilai ekonomis sebuah produk kreatif. “Semoga aplikasi info HKI yang diluncurkan hari ini dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami perlindungan hak kekayaan intelektual atas karya-karyanya,” tambah Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, Ari Juliano Gemma.

Sejalan dengan tema Social Media Week 2016, “The Invisible Hand: Hidden Forces of Technology”, yang mengangkat isu bagaimana perkembangan digital dan teknologi diam-diam merubah tatanan sosial dan banyak aspek kehidupan, Bekraf sebagai elemen pemerintah yang  bertanggungjawab terhadap pengembangan 16 subsektor industri kreatif turut beradaptasi dengan percepatan teknologi informasi melalui kehadiran program sosialisasi HKI.

Hal ini penting agar para pelaku ekonomi kreatif dapat semakin memiliki kesadaran mengenai pentingnya HKI untuk melindungi karya mereka dari pemalsuan, serta memberikan jaminan kualitas terhadap produk yang dihasilkan. “Kami mengundang seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan ajang semacam Social Media Week ini karena tidak hanya harus memamerkan produk kreatif, melainkan juga harus berinteraksi dengan pelaku ekonomi kreatif dan juga stakeholder lain seperti investor, industri dan market ekonomi kreatif,” ungkap Deputi Infrastruktur Hari Sungkari.

Selain itu, Bekraf juga akan menyelenggarakan program Konsultasi Gratis HKI oleh 100 Konsultan HKI secara one-on-one, pada tanggal 26 Februari 2016 pukul 16.00 – 19.00 WIB di ajang Social Media Week, The Hall Senayan City Jakarta. Acara ini akan dihadiri oleh sekitar 300 orang pelaku ekonomi kreatif.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar para pelaku ekonomi kreatif dapat berkonsultasi, berdiskusi dalam upaya melindungi hasil karya mereka dari berbagai kejahatan HKI seperti plagiarisme, pembajakan, dan penggandaan hasil karya tanpa seizin pemilik.