Belajar Dari Kasus Rizieq Shihab, Bareskrim Segera Cekal Eggie Sudjana

1791
Eggie Sudjana

JAKARTA-Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Forum Advokad Pengawal Pancasila (FAPP) meminta Bareskrim Mabes Polisi segera melakukan pencekalan terhadap Eggie Sudjana untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

Pencekalan ini sebagai salah satu bukti bahwa Polri merespons secara positif Laporan Polisi dari masyarakat yang makin lama makin banyak terhadap Eggie Sudjana.

“Kami mendesak Bareskrim Polri untuk segera melakukan tindakan kepolisian lainnya, termasuk upaya paksa sesuai sengan KUHAP, agar kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Eggie Sudjana dan sudah dilaporkan oleh masyarakat, segera mendapatkan penyelesaian cepat dan mendapatkan kepastian hukum, tidak saja untuk kepentingan rasa keadilan masyarakat akan tetapi juga demi kepentingan Eggie Sudjana sendiri,” ujar Koordinator TPDI, Petrus Salestinus di Jakarta, Rabu (11/10).

Menurutnya, laporan masyarakat yang begitu banyak diberbagai wilayah hukum Kepolisian di sejumlah tempat di Indonesia, menjadi bukti bahwa akal sehat publik masih tetap terjaga. Hal ini sekaligus pertanda Polri makin mendapat kepercayaan yang tinggi di mata masyarakat.

Dia menjelaskan, TPDI, FAPP dan masyarakat yang melapor sangat berkepentingan dengan proses hukum yang cepat atas diri Eggie Sudjana terkait dugaan penistaan agama yang sudah dilaporkan. Langkah ini bertujuan untuk segera mendapatkan kepastian hukum dan keadilan.

Untuk itu, Polri, Kejaksaan dan Pengadilan harus mampu berlaku profesional dan adil terutama kemampuan dalam mempercepat proses penyidikan, penuntutan dan persidangan di Pengadilan tanpa menunggu aksi massa sebagaimana selama ini terjadi.

“Kalau dalam kasus-kasus tertentu Polri hanya mau bertindak tegas dan cepat ketika ada desakan kekuatan masa yang besar, maka dalam kasus laporan masyarakat tentang dugaan penistaan agam yang diduga dilakukan oleh Eggie Sudjana, Bareskrim Polri harus bertindak cepat tanpa harus ada desakan massa besar yang pada gilirannya negara harus mengeluarkan biaya besar atas nama pengamanan,” pintanya.

Polri kata Petrus harus merespons dengan akal sehat dan bertindak cepat atas reaksi publik terhadap pernyataan Eggie Sudjana, terlebih-lebih masyarakat tidak menggunakan kekuatan massa besar untuk menekan Polri.

Dalam menyikapi kasus Eggie Sudjana, Polri harus lebih profesional, terlebih-lebih tidak boleh terdapat celah atau membuka ruang bagi pihak manpun untuk lari ke luar negeri ketika dipanggil polisi untuk kepentingan penyidikan, sebagimana akhir-akhir ini orang serta merta meninggalkan Indonesia atas alasan berobat atau tugas ibadah.

“Kasus Rizieq Shihab sudah cukup memberikan pembelajaran bagi setiap insan pencari keadilan dan institusi pelayan keadilan untuk tidak boleh lengah dan membiarkan proses hukum menjadi macet karena kelengahan aparat hukum,” pungkasnya.