Belanja Narkoba Di Indonesia Hampir Rp86,4 Triliun/Setahun

Belanja Narkoba Di Indonesia Hampir Rp86,4 Triliun/Setahun

0
BERBAGI
kompas.com

JAKARTA-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Polisi Drs Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya lainnya (narkoba) di Indonesia sudah memprihatinkan.

Indonesia kata Buwas, merupakan pasar empuk bagi pemasaran narkoba. Bahkan dia menyebut Indonesia sebagai pasar narkoba terbesar di Asia. Hampir semua narkoba itu “diimpor” oleh 72 jaringan internasional dari sejumlah negara, seperti Afrika Barat, Tiongkok, Pakistan, Malaysia, Singapura, Philipina, dan dari Timur Tengah. “Jaringan ini menghasilkan Rp 1,2 triliun/bulan,” katanya membuka sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi mahasiswa dari Pesantren Annu’aimy Jakarta, di Gedung MPR RI Jakarta, pada Senin (5/9/2016)

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), korban yang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba itu berkisar 40 sampai 50 orang setiap harinya.”Yang terdata saja berkisar 40 sampai 50 orang meninggal tiap hari akibat penyalahgunaan narkoba, belum lagi yang tidak terdata,” ungkap Budi Waseso.

Menurut Buwas, penyalahgunaan norkaba telah merasuki ke semua elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, lembaga penegakan hukum yang seharusnya memberantas penggunaan narkoba, seperti kepolsian, jajaran Badan Narkotika, oknum TNI, sekolah-sekolah, sampai ke lingkungan RW dan RT. “Tidak ada instansi yang menyatakan bersih dari penggunaan narkoba. Begitu juga Polri dan BNN yang seharusnya memberantas penggunaan narkoba ini malah ikut terlibat. Bahkan TNI sebagai garda terakhir dalam membela negara ikut terlibat dalam penyalahgunaan narkoba ini,” kata Buwas.

Dikatakan Buwas, banyaknya narkoba masuk ke Indonesia merupakan perang tanpa senjata untuk mengancurkan Indonesia karena melalui penyalahgunaan narkoba akan mengancurkan generasi muda bangsa Indonesia. “Memang ada design perang tanpa senjata tapi bisa menghancurkan Indonesia,” katanya.

Karena itu ia selaku Kepala BNN bertekad untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Ketika saya menjadi Kabareskrim saya menyelamatkan harta negara, tapi menjadi Kepala BNN ini saya menyelamatkan jiwa dan raga generasi kita,” kata Buwas.

Dalam upaya memberantasi narkoba tersebut, Buwas sudah membuat animasi bahaya narkoba, dan diharapkan pula akan menjadi kurikulum pendidikan di SD, SMP, dan SMA. “Tapi, sampai saat ini belum terealisir,” kata Buwas sembari mengajak semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa ikut berada di garis terdepan untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengajak masyarakat berjihad melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba demi untuk menyelamatkan generasi muda dan bangsa Indonesia. “Mengonsumsi narkoba itu tidak saja dilarang oleh agama, tapi juga melanggar Pancasila,” kata Hidayat ketika membuka sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi mahasiswa dari Pesantren Annu’aimy Jakarta, di Gedung MPR RI Jakarta, pada Senin (5/9).

Narkoba kata Hidayat, akan menghancurkan kehidupan bangsa Indonesia, sama halnya dengan penjajah. Karena itu, Indonesia harus diselamatkan dari narkoba. “Jadi, saat ini kita harus berjihad melawan narkoba, demi menyelamatkan generasi muda dan masa depan bangsa Indonesia,” pungkasnya.