Berdayakan Umat, Muslimat Kelola 143 Koperasi

Berdayakan Umat, Muslimat Kelola 143 Koperasi

0
BERBAGI

JAKARTA-Pemberdayaan umat merupakan salah satu perjuangan Muslimat NU guna meningkatkan kesejahteraan warga nahdliyin. Karena itu, Muslimat mengelola koperasi An Nisa’. “Saat ini jumlahnya 143 koperasi yang berbadan hukum,” kata Ketua umum PP Muslimat NU Dra Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti Puncak Peringatan Hari Lahir ke-71 Muslimat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (28/3/2017).

Lebih 30 ribu warga Muslimat Nahdlatul Ulama memenuhi Masjid Istiqlal. Mereka berasal dari berbagai daerah di antaranya Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, dan perwakilan Muslimat dari seluruh Indonesia.

Selama Rapimnas Muslimat NU yang berlangsung 24–26 Maret 2017 lalu, juga dilakukan sejumlah kerjasama yakni dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian dan Humpuss Grup.

Kerja sama ini, kata Khofifah, pada intinya adalah untuk mengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Semua upaya ini adalah wujud kontribusi Muslimat kepada masyarakat, bangsa dan negara. Maka kepada ibu-ibu Muslimat saya berpesan teruslah berjuang untuk bangsa dengan tulus ikhlas karena Allah semata. Semoga Allah meridoi perjuangan kita,” kata Khofifah.

Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja ini mengungkapkan menandai Harlah ke-71 Muslimat NU, pihaknya kembali mengingatkan kepada seluruh warga Muslimat di seluruh pelosok negeri untuk meneguhkan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upayanya, bisa dilakukan dengan berbagai cara baik di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, keterampilan, dan sebagainya. “Pertama, melindungi bangsa ini adalah dengan melindungi anak-anak kita yang secara sistemik maupun parsial telah dirusak oleh narkoba, pornografi dan seks bebas. Hari ini kita lantik 34 komandan Laskar Anti Narkoba yang terdiri dari 34 Pimpinan Wilayah Muslimat NU. Saya minta disampaikan di setiap kegiatan dan forum-forum pengajian tentang bahaya narkoba,” tuturnya.

Cara kedua melindungi bangsa ini, menurut Khofifah, adalah memperkuat layanan sosial melalui 144 panti asuhan untuk merawat anak-anak terlantar. Juga merawat lansia dengan membuka panti lansia berbasis pesantren.

Di bidang pendidikan, lanjutnya, Muslimat NU memiliki lebih dari 16.000 Taman Pendidikan Al-Qur’an, mengelola Raudatul Athfal dan Taman Kanak- kanak lebih 9.800, dan lebih 6.400 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di sekolah-sekolah tersebut, para guru mendidik anak-anak tentang Islam yang Rahmatan lil Alamin, Islam Nusantara, tentang Indonesia yang terdiri dari banyak suku, agama, dan budaya, tentang budi pekerti, dan indahnya toleransi. “Di bidang kesehatan, Muslimat mengelola satu-satunya Klinik Hemodialisis yang sudah mengantongi ISO. Untuk menekan angka kematian ibu dan balita, kita juga memiliki Rumah Sakit Ibu dan Anak dan RSIA di Jombang sudah berstandar nasional serta rumah sakit umum yang dikelola secara profesional oleh Muslimat NU,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Agil Siraj mengatakan Muslimat NU telah menyurahkan tenaga dan pikiran dalam rangka ikhtiar membangun manusia yang seutuhnya. Selama 71 tahun, Muslimat NU konsisten berjuang mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.”Pertahankan semangat itu. Berkorban dengan tulus ikhlas untuk menjaga keutuhan NKRI,” harapnya. ***