BI Batasi CEO Asing

32

JAKARTA- Bank Indonesia (BI) akan membuat aturan melarang dominasi kepengurusan asing di perbankan,  mengingat selama ini cukup banyak bank di Indonesia dipimpin oleh CEO asing. Penegasan ini disampaikan calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo saat uji kelayakan dan kepantasan di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (25/3). “Mayoritas pengurus bank asing harus orang Indonesia.  Selama ini, CEO bank asing di Indonesia didominasi asing,” jelas dia. Namun demikian kata Agus, pembatasan ternaga kerja asing ini tidak perlu dalam bentuk PBI, tetapi cukup dengan himbauan saja. “Saya akan panggil CEO-CEO bank asing ini, baik yang dari London, Amerika dan Australia, . Saya akan minta mereka agar menghormati pemegang saham lokal, manajemen lokal, regulator lokal,” tegas dia.

Tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia harus ikut sertifikasi uji kopetensi. Misalnya, mereka harus bisa berbahasa Indonesia. “Kita atur regulasinya. Ini penting agar dia serius mengembangkan ekonomi Indonesia,” jelas dia.

Lebih lanjut Agus Martowardojo berjanji akan menerapkan asas resiprokal atau asas kesetaraan antara perbankan asing dengan Indonesia. Bahkan, Mantan Dirut Bank Mandiri itu siap melakukan negosiasi dan membuka komunikasi dengan negara-negara asal bank asing yang beroperasi di Indonesia. “Tidak ada hambatan untuk resiprokal. Kita bakal negosiasi dengan negara terkait. Kita bicara baik-baik bahwa situasi berubah,” kata Agus.

Terkait dengan aturan single present bagi BUMN,  Agus memberi rekomendasi agar dibentuk operasional holding. “Nggak perlu di merger, tetapi dibentuk operasional holding,” tegas dia.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR, Maruara Sirait mengaku, himbauan BI tidak akan efektif. Karena itu, dia meminta agar pembatasan CEO asing ini dibuat dalam bentuk Peraturan Bank Indonesia (PBI). “PBI akan lebih efektif,” kata dia.