BI Dorong Peningkatan Peran Pesantren dan Industri Halal

76
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D.W. Martowardojo, dalam acara pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tahun 2018, di Semarang

SEMARANG-Pengembangan ekonomi pesantren, Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) syariah, maupun industri halal sebagai suatu ekosistem yang utuh dalam local halal value chain (rantai nilai halal daerah) dengan memanfaatkan kearifan lokal masing-masing daerah, merupakan langkah yang tepat untuk mengoptimalkan besarnya potensi ekonomi syariah regional.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D.W. Martowardojo, dalam acara pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tahun 2018, di Semarang mengatakan berbagai dinamika telah mewarnai perjalanan perekonomian Indonesia di tahun 2017.

Mengangkat tema “Peningkatan Peran Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah”, penyelenggaraan Fesyar menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan ekonomi syariah secara serentak di seluruh Indonesia dalam mendukung kemajuan ekonomi nasional.

Perekonomian Indonesia tahun 2017 menunjukkan kinerja yang baik di tengah berbagai tantangan yang masih menyelimuti perekonomian global.

“Ke depan, ekonomi Indonesia dapat tumbuh secara berkelanjutan, seimbang, dan inklusif apabila partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan ekonomi dapat lebih ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” terangnya.