BI Dukung Akselerasi Perekonomian Provinsi Kepri

25

BATAM-Bank Indonesia (BI) mendukung akselerasi perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) melalui penguatan potensi sektor unggulan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

BI memandang terdapat 3 (tiga) potensi prioritas yang dapat dikembangkan di Provinsi Kepri.

Ketiga potensi itu yakni: Pertama, pengembangan industri pariwisata di Provinsi Kepri yang saat ini masuk sebagai tiga besar pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia. Langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan mendorong peningkatan length of stay dan pengeluaran wisatawan mancanegara.

Kedua, memaksimalkan potensi maritim Provinsi Kepri mencakup industri perkapalan, pelayaran, perikanan, dan pariwisata Bahari.

Ketiga, penguatan sumber daya manusia yang mendukung pengembangan sektor unggulan.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, dalam serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri di Batam Kamis (22/3).

Sertijab dilakukan kepada Fadjar Marjadi, sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri yang baru, menggantikan Gusti Raizal Eka. ​

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, BI senantiasa melakukan langkah-langkah penguatan peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri tahun 2018 sebesar 4,56% (yoy), menguat dibandingkan tahun 2017 yang tumbuh sebesar 2,00% (yoy).

Peningkatan kinerja ekonomi Provinsi Kepri terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh menguat serta meningkatnya kinerja ekspor migas Provinsi Kepri.

Sementara itu, secara sektoral pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri ditopang oleh kinerja lapangan usaha industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan dan lapangan usaha pertambangan penggalian. ​

Lebih lanjut, Rosmaya Hadi menyampaikan 4 (empat) pesan kepada Pimpinan BI Provinsi Kepri yang baru.

Pertama, pimpinan BI Provinsi Kepri yang baru diharapkan dapat meneruskan dan meningkatkan kontribusi BI di daerah, menjalankan peran sebagai strategic advisor yang kredibel dan andal, dan meningkatkan sinergi.

Kedua, memperkuat peran BI dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar.

Ketiga, mendukung pengembangan sektor riil secara konsisten dan berkelanjutan dan mendukung penurunan defisit transaksi berjalan. Keempat, senantiasa menerapkan prinsip-prinsip good governance. ​

Pesan-pesan tersebut menjadi bekal bagi pimpinan baru BI Kepri dalam mengemban amanah, menjalankan peran dan tugas BI di daerah secara optimal di tengah berbagai tantangan, antara lain peningkatan nilai tambah serta menurunkan biaya logistik di industri pengolahan, mendorong berkembangnya industri melalui pemberian kemudahan perizinan dan insentif fiskal, dan konektivitas di wilayah Kepri yang berbentuk kepulauan.

“Ke depan, BI akan senantiasa mengoptimalkan peran tugasnya guna menata sekaligus memperkuat peran kantor Bank Indonesia di daerah dengan memperhatikan perkembangan, tantangan, dan potensi ekonomi di wilayah setempat,” tutupnya.