BI: IKK Warga Malang Dalam Level Optimistis

8

MALANG-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho mengungkapkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) warga Kota Malang pada Mei 2019 tercatat masih dalam level optimistis. Angka tersebut merupakan hasil dari survei konsumen BI pada Mei 2019 kepada 200 responden rumah tangga golongan ekonomi menengah ke atas yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.

“Meski situasi perpolitikan nasional belum stabil, hasrat konsumtif warga Malang masih tetap tinggi, bahkan IKK pada Mei 2019 tercatat sebesar 129,00 atau berada dalam level optimistis,” kata Azka seperti dikutip dari Kantor Berita Antara di Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/5).

Menurut Azka, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga atau poin di atas 100, bahkan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada periode April 2019, kata Azka, IKK Kota Malang tercatat di angka 125,00 atau meningkat 4 poin pada bulan ini. Survei konsumen rutin dilakukan tiap bulan untuk mengukur indikator-indikator terkait arah konsumsi rumah tangga.

Selain itu, juga untuk menakar pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi, kondisi stabilitas keuangan rumah tangga dan ekspektasi konsumen.

“Survei ini dilakukan di 43 kota di Indonesia, termasuk Kota Malang. Hasilnya diakumulasi untuk mendukung penyusunan kebijakan moneter BI. Bulan ini persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi relatif menguat dibanding bulan sebelumnya,” kata Azka.

Kondisi ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Mei 2019 sebesar 123,67 atau meningkat 5,7 poin dari April 2019 yang berada di angka 118,00. “Memang salah satu indikatornya mengalami penurunan, yaitu indeks ketersediaan lapangan kerja, tetapi masih di level optimis (>100),” tuturnya.

Sementara itu indeks penghasilan saat ini dan indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) mengalami peningkatan, yakni masing-masing 149,50 dan 124,50. Naiknya keyakinan ini, menurut Azka juga sejalan dengan momentum Ramadhan sekaligus penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk kelompok masyarakat berpenghasilan tetap.

Sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), persepsi optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan kembali menguat, dengan Indeks Ekspektasi konsumen meningkat dari 132,00 menjadi 134,33. Kenaikan IEK terutama didorong oleh peningkatan indeks ekspektasi penghasilan 6 bulan yang meningkat cukup signifikan dari 135,50 menjadi 152,50.

Survei konsumen ini juga bertujuan untuk mengetahui persepsi ekspektasi konsumen terhadap harga barang pada periode yang akan datang (3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan).

Hasil Survei konsumen periode Mei 2019 menunjukkan bahwa responden memperkirakan tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (Agustus 2019) dalam tren menurun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Hal ini di perkirakan sejalan dengan kembali normalnya permintaan barang dan jasa pasca-Lebaran dan liburan sekolah.

Tercatat Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan yang akan datang (Agustus) sebesar 170,5 atau lebih rendah dibandingkan ekspektasi harga di bulan Mei – Juni 2019 (173,5 dan 177,0) yang bertepatan dengan periode Hari Raya Idul Fitri.