BI: Isu Janet Yellen Untungkan Indonesia

32

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat kondisi pasar keuangan Indonesia beberapa hari belakangan ini mulai membaik. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap membaiknya pasar keuangan domestik tidak terlepas dari isu di AS terkait dengan terpilihnya Jenet Yellen sebagai Chairman Federal Reserve yang menggantikan Ben Bernanke.  “Jenet yang dipilih menjadi Gubernur Bank Sentral AS memang diharapkan bisa berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan pengurangan stimulus. Sehingga, dampak negatif ke negara emerging market bisa jauh lebih kecil,” ujar Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, di Jakarta, Jumat (11/10).

Menurut dia, indikator yang menunjukkan adanya perbaikan pasar keuangan Indonesia adalah penurunan tingkat yield Surat Utang Negara (SUN) menjadi 7,9 persen. “Hari ini (yield SUN) sudah 7,9 persen. Itu menunjukkan bahwa pasar keuangan sudah membaik dibandingkan saat yang berat pada Juli lalu,” kata Mirza.

Sebelumnya, kata Mirza, yield SUN bertenor sepuluh tahun cukup lama bertengger di batas aman sebesar 8 persen. “Pada waktu jelek-jeleknya, yield-nya 8,9 persen untuk yang sepuluh tahun.” imbuhnya.

Faktor eksternal lainnya, ujar Mirza, terkait dengan pernyataan Bernanke yang menegaskan bahwa The Fed tidak menargetkan nominal pengurangan stimulus quantitative easing. “Ia mengabarkan kepada pasar bahwa Federal Reserve akan lebih hati-hati. Itu juga faktor eksternal yang bisa membantu,” katanya.

Sementara itu, lanjut Mirza, faktor internal yang turut memperbaiki pasar keuangan Indonesia adalah penurunan angka inflasi, karena pada September lalu terjadi deflasi sebesar 0,35 persen. “Kemudian juga cadangan devisa membaik dan BI tetap memantau situasi neraca pembayaran. Mudah-mudahan terus membaik. Angka neraca perdagangan juga sudah jauh lebih baik,” ucapnya.