BI : Kelas Menengah Lebih Banyak Menabung

BI : Kelas Menengah Lebih Banyak Menabung

768
0
BERBAGI

JAKARTA-Pemerintah tetap optimis pada triwulan ketiga (September 2017) daya beli masyarakat akan kembali meningkat. Hal ini seiring dengan pengeluaran gaji ke-13 PNS yang bisa berdampak pada meningkatnya daya beli rumah tangga. “PDB (pendapatan domestik bruto) sangat ditopang oleh daya beli atau konsumsi masyarakat. Dimana kini sudah terjadi peningkatan daya beli untuk makanan dan minuman,” kata Deputy Direktur Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Firman Mochar dalam ‘Coffee morning’ bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Hadir pula Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta, Kepala BPS Kecuk Suharyanto, dan Dirut BEI Tito Sulistyo, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay (FPAN) dan Wakil Ketua Komisi X DPR FPG Ferdiansyah di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (14/8/2017).

Menurut Firman, PDB yang ditopang daya beli masyarakat tersebut juga terjadi di Amerika, China, India dan negara-negara maju yang lain. Sehingga, kalau ada investasi sebaiknya untuk peningkatan daya beli masyarakat tersebut.

Selain itu, kata Firman yang perlu dicermati adalah adanya pergeseran kekuatan ekonomi dunia dari Amerika Serikat ke China. Karena itu ekspor Indonesia Amerika agak melambat, turun. “Termasuk perubahan gaya hidup atau life style dimana kelas menengah ke atas tak lagi membelanjakan uangnya untuk konsumsi, melainkan untuk ditabung,” jelasnya.

Sementara I Wayan menjelaskan UMKM terus mengalami peningkatan berarti dan mendukung pertumbuhan ekonomi, juga daya beli masyarakat. Khususnya di perekonomian ritel.

Di Bojonegoro, Jawa Timur, misalnya ada beberapa ritel bisa menghasilkan Rp 45 miliar/tahun. “Itu juga dari UKM. Jadi, koperasi dan pelaku UKM cukup bagus bahkan mereka cenderung menjadi interpreneurship, pengusha,” ujarnya. ***